Masjid Al Alam Belum Ditender, Impian Salat Idul Fitri 2017 Bisa Buyar – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Masjid Al Alam Belum Ditender, Impian Salat Idul Fitri 2017 Bisa Buyar

Kondisi terkini pembangunan Masjid Al Alam di Teluk Kendari.

Kondisi terkini pembangunan Masjid Al Alam di Teluk Kendari.

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIKeinginan Gubernur Sultra, H Nur Alam memusatkan pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Al Alam bisa jadi tak terealisasi. Hingga kini, kelanjutan pengerjaan proyek itu kian tak jelas. Jangankan masuk ke pengerjaan fisik, tender proyek monumental ini pun belum dimulai. Padahal batas pengerjaannya cukup mepet atau tersisa 5 bulan saja. Agar tidak molor, konsorsium pemenang tender harus bekerja ekstra. Pasalnya, mereka harus memastikan kondisi masjid bisa digunakan sebelum lebaran atau tanggal 25 Juni.

Kepala Biro Layanan Pengadaan (BLP) Sultra, Dr. Ronny Yakub Laute mengaku proses tender Masjid Al Alam belum dimulai. Hal ini disebabkan, adanya perubahan sistem pengadaan barang dan jasa. Makanya, metode pelaksanaan lelang berbeda. Bila tahun lalu, Rencana Umum Pengadaan (RUP) secara otomatis akan tertayang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) saat dinput datanya, namun tahun 2017 ini, harus terkoneksi dengan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA). Yang menjadi kendala, kedua sistem ini belum terkoneksi.

Hingga kini lanjut Pj Bupati Muna Barat (Mubar), pihaknya masih menunggu Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra. Untuk membuka akses Simda, BPKAD harus memperoleh izin dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Meskipun masih diproses, pemerintah tidak butuh waktu lama untuk memulai tahap lelang. Bila sudah ada izin, hanya butuh waktu beberapa detik RUP langsung bisa ditayangkan. Apalagi sebagaian besar RUP yang diajukan SKPD telah terinput. Makanya, ia berharap prosesnya bisa dipercepat.

“Jadi bukan hanya tender Masjid Al Alam yang belum dimulai, namun paket-paket lainnya. Bila sudah bisa dibuka, proses tender bisa langsung dimulai. Kalau tidak salah, pihak BPKAD diberikan semacam password. Namun untuk paket Masjid Al Alam, saya belum lihat paketnya diinput ke RUP. Saya tidak tahu apa kendalanya. Mungkin saja, masih menunggu sistem LPSE dan Simda terintegrasi dulu. Namun kami berharap segera diajukan,” kata mantan Kabid Sosial Budaya (Sosbud) Bappeda Sultra ini, Minggu (22/1)

Kendati masih diproses, Ronny optimis proses pengadaan bisa segera dimulai. Apalagi Masjid Al Alam merupakan salah satu proyek yang diprioritaskan pemerintah. Bila akhir bulan Januari ini bisa dimulai, pengerjaan bisa dimulai akhir Februari. Dengan waktu sekitar empat bulan, pengerjaan fisiknya bisa digenjot terutama item yang dipergunakan untuk pelaksanaan salat Ied. Untuk tahapan finishing, pengerjaannya bisa dioptimalkan hingga akhir tahun.

“Saya ingin meluruskan saja. Pengerjaan Masjid bukan sampai bulan Juni tapi hingga akhir tahun. Namun karena ada rencana Pak Gubernur melaksanaan salat Ied di sana, makanya ada beberapa pekerjaan yang digenjot. Saya optimis hal itu bisa terwujud. Apalagi masa pengerjaan tender tahun lalu telah diperpanjang hingga 90 hari. Jadi bukan hal mustahil bisa dilaksanakan,” kata Ketua Tim MDG’s Sultra tersebut.

Perubahan sistem pengadaan tambah mantan Kabid LPSE ini, merupakan tindaklanjut Instruksi Presiden (Inpres). Hal itu tak lain guna memastikan proses pengadaan barang dan jasa benar-benar akuntabel dan transparan. Bila kedua sistem telah terkoneksi, maka proses pengadaan di Sultra akan terintegrasi secara nasional. Ini artinya, semua pelaksanaan tender di BLP akan dipantau. (amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top