Jamah Subuh Berkurang, Gubernur Perintahkan Potong TPP Sepekan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Jamah Subuh Berkurang, Gubernur Perintahkan Potong TPP Sepekan

Gubernur Nur Alam memberikan pengarahan di depan jamaah subuh di Masjid Agung Alkautsar, Jumat (2/1) subuh.

Gubernur Nur Alam memberikan pengarahan di depan jamaah subuh di Masjid Agung Alkautsar, Jumat (2/1) subuh.

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIGerakan Pemprov Beribadah melalui salat subuh berjamaah kembali digelar di Masjid Raya Alkautsar, Kendari, Jumat (20/1). Hujan rintik-rintik yang mengguyur Kota Kendari hingga subuh hari tak menyurutkan langkah jamaah subuh untuk datang beribadah. Masjid pun dipadati para jamaah yang didominasi pegawai Pemprov Sultra. Suasana salat subuh pun tak ubahnya seperti jamaah salat subuh di bulan Ramadan.

Jumlah jamaah salat subuh begitu banyak, tetapi dalam amatan Gubernur Sultra, H Nur Alam, tak seramai jamaah salat subuh pada Jumat subuh pekan lalu. Olehnya, gubernur kembali mengingatkan aparat Pemprov Sultra bahwa, gerakan salat subuh berjamaah yang dilakukan pada jumat subuh setiap pekannya wajib diikuti oleh pegawai Pemprov Sultra, khusunya yang pria. Apalagi, pelaksanaan salat subuh dimaksud sudah merupakan bagian dari jam kerja pegawai Pemprov Sultra, karena jam kerja pada hari Jumat kini sampai pukul 13.00 Wita dari sebelumnya pukul 13.00 Wita.

BACA JUGA :  Gubernur Ubah Jam Kerja PNS di Hari Jumat: Wajib Salat Subuh, Pulang Pukul 13.00 Wita

“Salat subuh berjamaah ini telah dirapatkan dan telah menjadi keputusan, sehingga tidak ada alasan untuk tidak hadir. Saya amati jumlahnya tidak seremai pekan lalu, sehingga saya memerintahkan kepala SKPD untuk benar-benar memantau aparat yang tidak mengikuti kegiatan ini. Sudah menjadi keputusan untuk memotong TPP selama sepekan,” tegas Nur Alam.

Secara agama salat merupakan kewajiban bagi setiap muslim, yang berdosa bila ditinggalkan dan memperoleh pahala bila dilakukan. Sementara sebagai pegawai tentu harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan atau menjadi kebijakan pimpinan. Salah sabuh berjamaah dan pemberian TPP, merupakan kebijakan pimpinan yang harus diikuti. “Sekali lagi saya meminta pimpinan unitnya masing-masing untuk mensosialisasikan dan memerintahkan aparat untuk hadir. Selain beribadah melaksanakan kewajiban, subuh hari juga akan mendengarkan pengarahan pimpinan dan kuliah tujuh menit (Kultum) dari pimpinan daerah dan kepala SKPD, yang subuh kali ini giliran Pak Wagub Sultra, Saleh Lasata. Saya, Wagub Sultra, dan Pak Sekda akan selalu ikut dan memantau kegiatan subuh berjamaa ini,” tegas Nur Alam seraya meminta Salah Lasata untuk menyampaikan Kultum.

BACA JUGA :  Gubernur Ubah Jam Kerja PNS di Hari Jumat: Wajib Salat Subuh, Pulang Pukul 13.00 Wita

Terkait hujan sehingga menjadi kendala bagi pegawai untuk mengikuti salat subuh berjamaah, Gubernur Nur Alam yang ditemui seusai salat mengaku telah memerintahkan Kadishub Sultra, Hado Hasina untuk menyediakan bus. “Jadi, tak ada alasan untuk tudak hadir, bus tersedia,” katanya. (sawal)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top