Rajiun Sulit Dibendung, Simpati Rakyat Terus Bertambah Pasca Sabotase Tugu Ayam – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Politik

Rajiun Sulit Dibendung, Simpati Rakyat Terus Bertambah Pasca Sabotase Tugu Ayam

 Beginilah cara LM Rajiun Tumada jika ingin menemui rakyatnya di lokasi kebun yang sulit dijangkau kendaraan roda dua. Foto diambil saat LM Rajiun berstatus sebagai Pj Bupati Muna Barat. Istimewa/kp


Beginilah cara LM Rajiun Tumada jika ingin menemui rakyatnya di lokasi kebun yang sulit dijangkau kendaraan roda dua. Foto diambil saat LM Rajiun berstatus sebagai Pj Bupati Muna Barat. Istimewa/kp

kendaripos.fajar.co.id,LAWORO—Insiden pengrusakan “tugu ayam” di Desa Lakawoghe, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat dinilai banyak pihak, sangat terkait dengan Pilkada. Salah seorang akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) yang juga putera Muna Barat, Dr Ahmad Marhadi menilai, kekuatan LM Rajiun Tumada gagal dibendung dari sisi propaganda kampanye. “Untuk melemahkan Rajiun, karya momumentalnya kemudian dirusak. Jangan kira, merusak tugu akan melemahkan, itu justru yang semakin menambah simpati rakyat terhadap Rajiun,” tutur Ahmad Marhadi.

Terkait pengrusakan tugu ini, Kabag Pembangunan Muna Barat, LM Amrin Atiri mengaku sangat menyayangkan. Kata dia, orang yang merusak tugu ayam itu mengatasnamakan perusahaan konsultan CV KDK. “Pemda Mubar tidak pernah berhubungan dengan CV KDK. Siapa dia ini. Kalau toh KDK ini mengerjakan proyek di Mubar, pasti yang berkaitan dengan perencanaan, bukan proyek fisik. Ibaratnya ini, penjual batu merah, dia bongkar rumahku karena batu merahnya belum dilunasi dibayarkan sama tukang. Kalau urusan kontraktor menawarkan kepada sub kontraktor, itu bukan urusan Pemda. Kita hanya berurusan dengan kontraktor, ada kontrak. Nah, yang bongkar ini siapa? Orang ini provokator. Makanya, kita laporkan orang yang bongkar tugu itu dan sekarang sudah ditahan di Polres Muna. Orang yang bongkar itu nyaris jadi bulan-bulanan masyarakat kalau tidak diamankan dengan aparat. Tapi, kami juga curiga, lokasinya jauh dari kota, kok ada tiga mobil aparat sudah berada di dekat-dekat situ saat pembongkaran,” tutur LM Amrin.

Dr Ahmad Marhadi juga meyakini, insiden tersebut terkait Pilkada. Menurut Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya, UHO ini, kepemimpinan LM Rajiun Tumada di Kabupaten Muna Barat yang hanya dua tahun dan banyak memberi kemajuan, dalam konteks politik akan menjadi sandungan hebat pihak rival dalam menaikkan elektabilitasnya. Ahmad Marhadi menjelaskan, walau Rajiun hanya berstatus “Pj” (Penjabat), yang oleh kebanyakan orang menganggap “Pj” hanya sebatas urusan kertas, pensil dan polpen ditambah dengan melantik pejabat, tapi Rajiun mampu keluar dari stigma tersebut.

“Rajiun berhasil merubah kesan Pj. Ternyata, Pj juga bisa membangun. Terbukti, dua tahun jadi Pj, kemajuan pembangunannya setara dengan kepemimpinan dua periode bupati yang misinya hanya mengumpul uang. Bayangkan, lingkar Laworo sudah berwajah kota. Lampu jalan di tengah jalan dua jalur yang panjangnya mencakup tiga wilayah besa yakni Lawa Raya, Kusambi Raya dan Tiworo Raya,” tutur Ahmad Marhadi ketika ditemui di Laworo, Sabtu ( 14/1).

Ditanya apakah ia akan ikut memperkuat Rajiun di Pilkada nanti, Ahmad Marhadi mengelak. “Oh, kalau ngomong Pilkada saya minta maaf. Soal calon bupati, saya minta maaf. Saya ini akademisi. Saya hanya ingin menjelaskan dari sisi kajian akademik yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik pula. Misalnya, Pj ternyata bisa membangun, bukan hanya urus-urus kertas. Contohnya, Rajiun. Misalnya lagi, kalau bupatinya ingin membangun ekonomi rakyanya dan mensejahterakan maka wilayah kumuh, hutan tempat kiu dan koa (terisolir, red), gelap gulita, ternyata bisa dirubah menjadi kota, lampu terang benderang dan itu dibuktikan oleh Rajiun,” tutur Ahmad Marhadi.(kendaripos)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top