KPK Minta Permohonan Praperadilan Umar Samiun Ditolak – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

KPK Minta Permohonan Praperadilan Umar Samiun Ditolak

Pasangan Umar Samiun-La Bakry, paslon tunggal Pilkada Buton.

Pasangan Umar Samiun-La Bakry

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Sidang lanjutan gugatan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diajukan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun berlangsung di PN Jakarta Selatan, Selasa (17/1). KPK memberi jawaban atas aduan Umar Samiun yang menganggap penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan suap perkara sengketa Pilkada Buton 2011 tidak sesuai prosedur.

Dalam persidangan tersebut, lembaga antirasuah menganggap, gugatan Bupati Buton tersebut sudah masuh materi pokok perkara yang seharusnya disampaikan pada persidangan di Pengadilan Tipikor nantinya. “Permohonan praperadilan ini telah memasuki pokok perkara. Pemohon (Samsu Umar Abdul Samiun, red) telah keluar dari lingkup praperadilan. Sebab memasukkan pengujian alat bukti yang dihimpun penyidik. Itu berarti mengambil alih tugas penuntut umum yang seharusnya meneliti hasil penyidikan untuk memutuskan layak dan tidaknya berkas dilimpahkan ke pengadilan,” ungkap Miya Suriani Siregar, Kuasa Hukum KPK di hadapan hakim tunggal Noor Eddyono pada persidangan praperadilan Samsu Umar Abdul Samiun.

BACA JUGA :  KPK Intensifkan Kasus Bupati Buton, Enam Saksi Diperiksa

Miya Suriani Siregar mengatakan, penuntut umum KPK berhak melakukan penelitian hasil penyidikan, maka bila berkas perkara dianggap sudah memenuhi syarat formil dan materil maka akan dilimpahkan ke pengadilan. Jika menyangkut masalah materi pokok perkara, bukan lagi ranahnya praperadilan. “Sudah sepatutnya permohonan pemohon ditolak. Pemohon keliru bila memandang KPK tidak dapat menetapkan tersangka tanpa lebih dulu melakukan pemeriksaan. Karena pandangan seperti itu, hanya merujuk pada KUHAP saja dengan mengabaikan kewenangan lain yang dimiliki KPK,” jelasnya.

Selain itu, KPK membantah bila tidak pernah memenaggil Arbab Paproeka, saksi yang dianggap mengetahui kasus suap tersebut. Setelah menetapkan Samsu Umar Abdul Samiun sebagai tersangka, kata dia, KPK langsung memanggil sejumlah saksi yang dianggap mengetahui persoalan tersebut baik Arbab, Laode Agus dan saksi lainnya. “Kami panggil Arbab saat tahap penyidikan perkara mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Tapi Arbab tidak pernah hadir. Dan saat itu penyidik dan penuntut umum KPK menganggap bahwa keterangan mengenai peran Arbab cukup diperoleh dari keterangan pemohon (Umar Samiun, red) Laode Agus Mumin dan saksi lainnya. Sehingga penyidik dan penuntut umum sepakat untuk tidak memanggil Arbab lagi,” terangnya.

BACA JUGA :  Air Mata Iringi Penahanan Umar ke Sel KPK

Apalagi dalam sidang kasus Akil Mochtar, kata dia, sejumlah saksi dan pemohon mengakui telah mentransfer uang ke CV Ratu Samagat sebesar Rp 1 miliar. “Keterangan di persidangan telah direkam dan rekaman tersebut dapat menjadi alat bukti petunjuk untuk memperkuat dugaan tindak pidana yang dilakukan pemohon, ” tambah Imam Akbar yang juga kuasa hukum KPK.

BACA JUGA :  SAH! KPK Resmi Tersangkakan Bupati Buton, Umar Samiun

Kata dia, yang pasti KPK sudah mempunyai dua alat bukti permulaan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. Olehnya itu, ia meminta agar hakim menyatakan penetapan tersangka pemohon adalah sah. Karena mempunyai dasar hukum dan ketentuan yang mengikat. Usai mendengarkan jawaban KPK, Hakim Noor Eddyono mengatakan sidang kemarin adalah pembuktian dari pemohon sedangkan pembuktian termohon akan digelar hari ini. Jumat, 20 Januari agenda sidang yakni kesimpulan dari pemohon dan termohon.

Kuasa Hukum Umar Samiun, Yusril Izha Mahendra melalui anggotanya, Rozi Pamun mengatakan akan menghadirkan beberapa saksi ahli dan saksi fakta. “Kami sudah menyiapkan dua saksi ahli dan saksi fakta. Termasuk beberapa surat yang bisa dijadikan alat bukti, ” katanya di depan majelis hakim. (ramadan)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top