Tunggu Calon Pembeli Sabu, Polisi yang Datang, Mampus Deh…. – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Tunggu Calon Pembeli Sabu, Polisi yang Datang, Mampus Deh….

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Nasir, honorer di Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sultra kini menjadi tahanan penyidik Satresnarkoba Polres Kendari. Dari tangan pria berusia 28 tahun tersebut, polisi menyita 0,68 gram paket sabu-sabu. Nasir tertangkap tangan sejak Sabtu (15/1) lalu pukul 23.53 Wita di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) THR, jalan Budi Utomo, Wua-Wua saat menunggu calon pembeli.

Narkoba Polres (1)

Kasatnarkoba Polres Kendari, AKP Jumardin saat menggelar konferensi pers Senin (16/1) menjelaskan, Nasir memang telah masuk dalam target operasi (TO). Ia sudah diintai aparat sejak keluar dari kediamannya di lorong RCTI, jalan Mekar, Kadia. Ayah satu anak itu kemudian pergi mengendarai sepeda motornya di SPBU tempat dimana pelaku akan menjual barang haram tersebut. “Anggota kami menyamar dan melakukan pengintaian,” paparnya, kemarin.

Pelaku yang tidak menyadari dirinya telah diintai oleh pihak kepolisian berhenti tepat di samping SPBU dan langsung menghubungi calon pembeli dengan telepon selulernya. Tak menunggu pembeli sabu tersebut datang, polisi langsung mendekat. Tersangka yang menyadari kehadiran polisi langsung membuang barang haram tersebut di tepi jalan.

“Kami langsung melakukan pencarian terhadap sabu yang sudah dibuang tersebut dan kami temukan. Kemudian pelaku kami membawa ke rumahnya untuk penggeledahan. Di situ kami mendapatkan alat isap sabu dan korek gas,” sambung AKP Jumardin.

Mantan Kasatnarkoba Polres Bombana itu juga mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan kasus tersebut. “Karena dari keterangan awal pelaku, ia mendapatkan barang haram tersebut dari rekannya berinisial A yang kini masih diselidiki keberadaaanya. Kami sudah lakukan tes urine terhadap tersangka yang hasilnya positif. nasir adalah pengguna dan pengedar. Karena pengakuannya sering melakukan penjualan sabu,” tutupnya.

Atas perbuatannya itu, Nasir dijerat undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika pada pasal 114 dengan ancaman hukuman 20 tahun hingga penjara seumur hidup. (b/ade/kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top