Tanpa Jaket Pelampung, Kapal Dilarang Berlayar – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Tanpa Jaket Pelampung, Kapal Dilarang Berlayar

Petugas Kantor KSOP Kendari, saat mengajarkan cara menggunakan life jacket pada salah seorang penumpang kapal. ERLYN IPO/KENDARI POS

Petugas Kantor KSOP Kendari, saat mengajarkan cara menggunakan life jacket pada salah seorang penumpang kapal.
ERLYN IPO/KENDARI POS

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Kebiasaan nahkoda kapal penumpang yang mengabaikan perlengkapan keselamatan saat berlayar harus dihentikan. Dirjen Perhubungan Laut menginstruksikan pada syabandar se-Indonesia untuk melakukan pengawasan lebih ketat. Itu tertuang dalam peraturan Dirjen No. 008 Tahun 2017 tentang keberangkatan kapal penumpang tradisional.

Selasa (17/1), Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari melakukan sosialisasi langsung di beberapa tempat. KSOP didampingi juga pihak Dishub Sultra dan Kota Kendari serta pihak kepolisian. Dalam sosialisasi itu, nahkoda langsung diminta untuk menggunakan life jacket (pelampung) sekaligus menyesuaikan jumlah penumpang dengan perangkat keselamatan itu.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (Kesbel) Kantor KSOP Kendari, Rahman Soamole yang ditemui saat sosialisasi di Pelabuhan Nusantara Kendari kemarin mengatakan, mulai saat ini kapal tak akan diberikan izin berlayar jika tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku khususnya penyediaan life jacket untuk penumpang.

“Hari ini sosialisasi perdana setelah turunnya edaran dari Dirjen. Ini berlaku sejak 3 Januari lalu,” katanya. Dia berjanji akan menindak tegas nahkoda yang tak patuh. Termasuk jika ada aparat Kesyahbandaran yang bertugas namun tak memberikan peringatan tegas. “Kita belum bisa kasih tindakan karena ini masih tahap sosialisasi. Setelah mereka tahu, baru bisa dikenakan sanksi jika melanggar. Saya peringati juga para kepala pos,” ancamnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Kendari, Syamsudin Rahim berharap aturan itu bisa diberlakukan konsisten oleh KSOP dan instansi terkait. “Tapi ingat, pengawasan langsung seperti yang dilakukan hari ini harus konsisten dan berkelanjutan, supaya penumpang dan nahkoda atau ABK itu terbiasa. Intinya ini jangan hanya sesaat,” jelasnya. Politisi PAN itu mengaku sangat sepakat, sebelum kapal diberangkatkan harus dipastikan lebih dulu jika semua perlengkapan keselamatan telah terpenuhi. “Tahun ini saja kecelakaan kapal di laut Sultra itu sudah cukup banyak, jadi memang perlu tindakan antisipasi sejak dini dan dilakukan oleh semua pihak yang terlibat,” harapnya. (ely)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top