Tabrak Polhut Hingga Tewas, Sopir Truk Menyerahkan Diri – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Aneka

Tabrak Polhut Hingga Tewas, Sopir Truk Menyerahkan Diri

kendaripos.fajar.co.id TIRAWUTA- Muh. Agap (27), akhirnya memertanggungjawabkan perbuatannya usai menghilangkan nyawa Fransiskus (49), warga Blok B, Kelurahan Welala, Kecamatan Ladongi, Kolaka Timur (Koltim). Setelah sempat melarikan diri pasca menabrak korbannya, Agap yang berdomisili di Desa Walai, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe menyerahkan diri ke Mapolsek Rate-Rate. Sebelumnya, sopir truk bermuatan kayu dengan plat DT 9349 AB itu menabrak Fransiskus, anggota Polisi Kehutanan (Polhut) Koltim pada Minggu (15/1) lalu.

IMG_20170115_213302

Kapolsek Rate-Rate, AKP Muh. Anton Bhayangkara. G yang dikonfirmasi Senin (16/1) mengakui, pasca insiden pukul 05.30 Wita tersebut, Agap hendak melarikan diri ke Kolaka.
Namun anggota Unit Reskrim berhasil mengidentifikasi pemilik kayu tempat Agap bekerja. Melalui sang bos itulah pelaku penabrakan berhasil dibujuk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia pun menyerahkan diri pada pukul 22.00 Wita, hari itu.

“Pelaku sudah dibawa ke Polres Kolaka bersama Kanitlantas Polsek Rate-Rate untuk penyidikan lebih lanjut pada pukul 23.00 Wita semalam,” ungkap AKP Muh. Anton Bhayangkara. G, kemarin. Untuk diketahui, awalnya, truk bermuatan 5 kubik kayu yang dikemudikan pria itu bergerak dari arah Rate-Rate menuju Ladongi. Ketika melintas di Desa Lalowosula, Kecamatan Ladongi, Fransiskus lalu mencoba menghentikan laju kendaraan Agap.

Pelaku sendiri mengaku, tak tahu jika ia menabrak anggota Polhut tersebut. Saat beriringan, korban langsung mencegat truk tersebut. “Akhirnya saya tak sempat mengendalaikan setir dan langsung menabrak korban hingga meninggal.

Saya sempat memakai rem tangan dan memindahkan perseneling ke posisi tiga, tapi Polhut itu langsung menghentikan motornya di depan mobil. Saya juga khilaf dan baru bawa mobil truk ini. Biasanya saya bawa pick up. Tapi saat itu saya dibangunkan dan ternyata disuruh menyetir mobil truk untuk membawa kayu di Ladongi” sesal Agap saat memberikan keterangan awal di Mapolsek. (c/kus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top