Nanti Jadi Terdakwa, Komisioner KPU Konsel Dinonaktifkan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Nanti Jadi Terdakwa, Komisioner KPU Konsel Dinonaktifkan

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Proses hukum terhadap dua anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konawe Selatan (Konsel), Nuzul Qadri dan Aswan masih dituntaskan jaksa untuk persiapan penuntutan di Pengadilan Tipikor Kendari. Kedua komisioner tersebut bahkan masih menjalani penahanan di Rutan Kelas IIA Kendari. Mereka dianggap terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana rental mobil dinas tahun 2015. Sebenarnya, jaksa di Kejari Konsel telah menetapkan seluruh komisioner sebagai tersangka dalam kasus itu. Namun penyidik baru menahan dua orang. Sedangkan Ketua KPU, Jabal Nur serta anggotanya, Yusran dan Sutamin Rembasa belum diproses lebih lanjut dan dilaporkan ke KPU Sultra atas status hukum yang disandangnya. Padahal prosedur tersebut dianggap berpengaruh dengan kebijakan yang akan dikeluarkan KPU provinsi.

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah mengatakan, dua komisioner yang akan dinonaktifkan dalam waktu dekat baru Nuzul Qadri dan Aswan. Sebab sepengetahuannya, baru kedua yang disebut sebagai tersangka pada kasus itu. Sementara tiga lainnya sebatas saksi. Itu sesuai laporan yang diterimanya dari penyidik Kejari Konsel. “Sebab itu saja laporan yang kami terima,” kata Hidayatullah saat ditemui. Sementara ketika dikonfirmasi sebelumnya, Kepala Kejari Konsel, Abdillah, MH secara jelas menyebut, ada lima tersangka dalam kasus yang diusut penyidiknya. “Lima komisioner, tapi baru dua yang ditahan,” ulang Abdillah yang di temui di Kejati Sultra.

Hidayatullah pun menimpali, jika memang ada lima tersangka, maka sebaiknya jaksa melaporkan tiga lainnya. “Mereka belum dinonaktifkan dari jabatan komisioner. Kami masih menunggu status hukum selanjutnya. Berdasarkan undang-undang nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggaraan pemilihan umum, posisi komisioner yang terjerat hukum dapat dinonaktifkan bila status hukum mereka berubah dari tersangka menjadi terdakwa. Ketika proses hukum sudah mengikat atau inkrah, atau berkekuatan hukum tetap, maka barulah dicarikan pengganti antar waktunya (PAW). Tapi kami menunggu, kalau berkas sudah sampai ke Pengadilan Tipikor, dan sidang telah berjalan, maka langsung saya akan nonaktifkan keduanya,” tegas mantan aktivis LSM tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya penyidik Kejari telah menetapkan lima komisioner KPU Konsel dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan keuangan negara pada kegiatan pengelolaan dana hibah Pilkada tahun 2015 lalu berupa biaya sewa (rental) enam unit mobil. 8 Desember lalu, jaksa menahan Nuzul Qadri dan Aswan lebih awal ke rumah tahanan negara. Perkara ini berawal dari kasus rental mobil yang diduga kuat fiktif. Dananya diterima, tetapi status sewa kendaraan tidak jelas. Sejak pertengahan Maret 2016 pengusutan kasus ini sudah dimulai jaksa. Kecurigaan itu berawal saat para komisioner mengembalikan duit ke bendahara KPU, 8 Maret lalu masing-masing sebesar Rp 54 juta. Dalam kasus ini, negara diduga merugi sekitar Rp 270 juta. (ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top