Karyawan PT PWU Ungkap Dahlan Perna Marah soal Duit – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Karyawan PT PWU Ungkap Dahlan Perna Marah soal Duit

Habib mendoakan Dahlan Iskan

Habib mendoakan Dahlan Iskan

kendaripos.fajar.co.id,SURABAYA—Pengakuan Dahlan Iskan yang tidak pernah menerima gaji selama menjadi Direktur Utama PT Panca Wira Usaha Jatim bukan isapan jempol. Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan restrukturisasi aset PT PWU di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (17/1) yang dipimpin majelis hakim Tahsin.

Bahkan untuk urusan fasilitas mobil dinas, kata Emilia, Dahlan juga tak pernah mendapatkannya. Padahal, setelah dipimpin Dahlan, Emilia mengaku bahwa kondisi perusahaan terus menbaik. Kesejahteraan karyawannya pun juga meningkat.

Perempuan berkerudung itu lantas menceritakan pengalaman dirinya dimarahi habis-habisan oleh Dahlan. Gara-garanya, dia mentransfer bonus kepada sang bos.

Kala itu, lanjut dia, kondisi perusahaan terus membaik setelah dinakhodai Dahlan, hingga akhirnya bisa memberikan bonus untuk karyawannya. “Kami pun berpikir, kan selama ini Pak Dahlan tidak pernah menerima gaji, bagaimana kalau kami beri bonus saja. Toh keuangan perusahaan makin baik,” tutur perempuan 59 tahun kelahiran Jakarta itu.

Saat itu juga, Dahlan marah besar. “Memang PT PWU sudah kaya, bisa ngasih bonus ke saya,” tutur Emilia menirukan Dahlan.

Dahlan langsung memerintahkan Emilia menarik bonus itu. “Saya langsung ke bank. Saya ambil uang itu dan saya kembalikan ke Pak Suhadi (Direktur Keuangan PT PWU),” ujarnya.

Saat ditemui usai persidangan, Emilia mengaku tak ingat berapa bonus yang diberikan untuk Dahlan. Yang jelas, yang paling membekas dalam ingatannya adalah kemarahan Dahlan.

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top