Cabut Subsidi TDL, Pelaku UMKM Tuding Pemerintah tak Pro Rakyat – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Cabut Subsidi TDL, Pelaku UMKM Tuding Pemerintah tak Pro Rakyat

kendaripos.fajar.co.id Pelaku bisnis usaha mikro kecil dan menengah di Kota Palangka Raya mengeluhkan kebijakan pemerintah mencabut subsidi tarif dasar listrik 900 VA. Mereka mengkhawatirkan kenaikan TDL akan berimbas terhadap tingginya biaya produksi maupun keberlangsungan usaha.

timthumb (22)

Roni, pengusaha rumah makan mengatakan, kebijakan tersebut menunjukkan pemerintah sudah tidak berpihak terhadap keberlangsungan usaha rumah tangga maupun pelaku UMKM.

Apabila TDL naik, biaya produksi otomatis akan bertambah. Pelaku bisnis UMKM pun harus memutar otak mencari solusi. ”Kami buka warung makan mulai pukul 16:00 WIB  sampai 00:00 WIB, tentunya membutuhkan listrik, baik lampu maupun air. Per bulannnya saja kami membayar listrik bisa mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu,” katanya, Sabtu (14/1).

Dia menuturkan, pelaku bisnis UMKM tidak mungkin menaikkan harga produksi. Pasalnya, apabila dilakukan, hal itu akan berdampak terhadap pelanggan yang lambat laun bakal lari. ”Tidak mungkin kami  harus menaikkan harga makanan dan minuman. Pelanggan pasti enggan lagi untuk kembali berbelanja. Intinya, kami akan terus memutar otak, sehingga pelanggan nyaman dan kami tak merugi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Herman. Pedagang makanan itu juga mengeluhkan kenaikan TDL. Dia menilai, pemerintah tidak mau tahu kondisi masyarakat.

”Kami harus bagaimana lagi? Kan, sudah dinaikkan tarif listriknya. Kami berharap sebagai masyarakat kecil tidak tertindas dengan keadaan seperti ini. Apalagi usaha zaman sekarang sangat beda dengan tahun sebelumnya,” ujarnya. (wlh/ignn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top