Tembakau Gorila Beredar di Sultra, Tujuh Pelajar Terindikasi Pakai – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Tembakau Gorila Beredar di Sultra, Tujuh Pelajar Terindikasi Pakai

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Insiden teler sebelum terbang yang dilakukan pilot Citilink, Tekad Purba, beberapa waktu lalu di Bandara Juanda, Surabaya mengungkap adanya Narkoba jenis baru bernama Tembakau Gorilla. Kandungan narkoba dalam tembakau inilah yang membuat sang penerbang terekam kamera pengawas berjalan sempoyongan saat berada di area bandara. Rupanya, narkoba jenis baru itu kini diduga sudah beredar di Sultra, khususnya di Kendari.

grafis tembakau gorila okee

Tembakau Gorila ini diduga memiliki efek yang lebih hebat dari narkoba yang sudah dikenal sebelumnya seperti sabu dan ganja. Hal itu dikarenakan, didalam kemasan tembakau gorila mengandung ganja dan tambahan zat kimia lainnya. Pengguna Gorila bahkan hanya dengan beberapa kali isapan dapat pengguna pingsan, bahkan asap yang dari tembakau gorila ini sudah membuat orang-orang di sekitar pengguna bisa kehilangan kesadarannya.

Temuan narkoba jenis baru di Kendari pun dibenarkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Dra. Hj. Murniaty M., MPH., Apt. Ia mengatakan bahwa temuan itu bermula dari penangkapan 3 orang pelajar yang sedang mengkonsumsi narkotika yang diduga tembakau gorila tersebut. “Korban sudah ada 3 orang namun ada 4 orang teman lainnya juga yang diduga turut menkonsumsi tembakau gorila tersebut,” tuturnya, di Kendari, Jumat (13/1).

Ia mengatakan bahwa pihaknya sedang berusaha untuk mendapatkan informasi dari pengguna terkait dimana mereka memperolah tembakau gorilla itu dapat diperoleh. “Ini sebelumnya sudah kita wanti-wanti. Di pertengahan Desember tahun lalu sudah kita dengar bahwa ada norkoba jenis ini beredar di Maros, Sulsel. Namun karena jarak yang dekat ke Sulawesi Tenggara jadi penyebarannya lebih cepat dari dugaan kita. Narkoba ini namanya setiap daerah berbeda, kalau disini namanya medusa, ada juga hanoman dan juga gorila, itu untuk mengelabui petugas,” jelasnya.

Namun, Murniaty enggan membeberkan lebih jauh terkait dengan temuan jenis baru narkotika tersebut. Menurutnya persoalan tersebut sedang dalam tahap penyelidikan oleh BNNP Sultra. Ia pun meminta agar pihaknya diberikan waktu untuk menuntaskan kasus tersebut. “Sabar ya, nanti kalau sudah selesai semua kita akan rilis hasilnya keapda teman-teman wartawan,” kata Murniaty.

Sementara itu, terkait soal penyalahgunaan narkotika dikalangan pelajar sendiri Murniaty mengaku di Kota Kendari mengalami peningkatan, tercatat selama 2016 ada 138 pengguna. Tapi ini oleh BNN Kendari dianggap ada kemajuan dari sisi pencegahan karena terungkapnya angka itu karena kesadaran keluarga yang mau melaporkan masalah mereka ke BNN. “Keluarga kini lebi care (peduli), mereka mau anaknya mendapatkan perawatan atau resentment. Dari 138 itu 9 diantaranya rawat jalan,” katanya.

Peredaran narkotika di kalangan pelajar ini diharapkan guru-guru dan orang tua semakin pro aktiv untuk mengawasi anak-anaknya. Murniaty menjelaskan bahwa pihaknya dalam melakukan pemberantasan nerkotika juga tak dapat maksimal jika bekerja sendiri. Ia mengungkapkan begitu pentingnya keikutsertaan orang tua dan guru untuk ikut mengawasi anak-anaknya.

“Tiap tahun pasti ada sosialisasi. Kita juga sudah membuat satgas untuk melakukan pemberantasan narkotika. kita tidak mungkin selalu bisa mengawasi, namun kita juga sudah memasukan kurikulim yang terintegrasi ke sekolah-sekolah,” harapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Kendari La Ode Ali Akbar kaget mendengar adanya narkotika jenis baru yang kini beredar dikalangan pelajar di Kota Kendari. Ia pun, mengaku hal tersebut harus segera disikapi oleh Stakeholder terkait. “Saya akan segera sikapi hal ini secepatnya bersama teman-teman di DPRD Kota Kendari secapatnya,” pungkasnya. (yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top