Sapi di Konsel, Jagung di Konut – Kendari Pos Online
Konawe Utara

Sapi di Konsel, Jagung di Konut

Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Pangdan VII Wirabuana Agus Suryabakti dan Bupati Konut, saat panen jagung di Konut, Kamis (12/1).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Pangdan VII Wirabuana Agus Suryabakti dan Bupati Konut, saat penanam perdana jagung hybrida di Konut, Kamis (12/1).

kendaripos.fajar.co.id,WANGGUDU—Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengunjungi Sultra selama dua hari. Dua daerah menjadi sasarn utama kunjungan menteri asal Sulsel ini, yakni di Konawe Selatan dan Konawe Utara. Dua daerah yang dikunjungi itu tentu saja memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian dalam arti luas secara nasional. Di Konsel, misalnya, menjadi pusat penangkaran bibit sapi Bali nasional, sedangkan di Konut akan dijadikan sentra pengembangan jagung.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin punya ambisi besar membuat daerahnya tidak hanya terkenal di level nasional tapi juga dunia. Caranya, menjadikan daerahnya itu sebagai sumber penghasil pangan dunia, dengan produksi jagung sebagai andalan. Lahan sudah siap dan amat luas, tinggal menunggu support dari pemerintah pusat, melalui Kementrian Pertanian.

“Kami sekarang fokus di bidang ketahanan pangan. Hambatan kita hanya soal alat pertanian yang belum memadai. Saya ingin, Konawe Utara ini tidak hanya jadi penghasil pangan tingkat nasional, tapi juga pangan dunia,” kata Ruksamin berapi-api di hadapan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang berkunjung ke Konawe Utara, tepatnya di Desa Tetewatu, Kecamatan Wiwirano, kemarin (11/1).

Ia berharap, kehadiran Menteri Pertanian di Konut bisa memberikan dukungan termasuk bantuan supaya impiannya itu bisa terwujud. Ketua DPW PBB Sultra itu menyampaikan didalam membangun Konawe Utara, ia terkendala anggaran dan peralatan pertanian yang belum memadai. Makanya, Ruksamin meminta pada Mentan RI agar bantuan peralatan pertanian di wilayah Konut didistribusikan guna mensukseskan Konut menuju ketahanan pangan nasional.

Kamis (12/1), Mentan didampingi sejumlah pesohor negeri ini hadir di Konut dalam rangka tanam perdana benih jagung hibrida di Desa Tetewatu. Di Konut, di areal penanaman jagung seluas 10 ribu hektar. Khusus di wilayah Desa Tetewatu, potensi lahannya mencapai 1.950 hektar.  Tapi yang baru selesai digarap baru 15 hektar, karena keterbatasan bibit dan alat.

Saat memberikan sambutan, Amran mengaku sengaja bergerilya langsung ke sejumlah kabupaten demi mendongkrak produksi jagung. Peningkatan produksi pada akhirnya akan membuat impor jagung bisa ditutup total. “Bangsa kita ini makmur, hanya saja masyarakat kita sedikit malas. Jadi, tanam saja jagung. Kalau ada penambahan 4 juta ton, nilainya setara Rp 12 triliun (harga jagung Rp 3.000/kg),” kata Amran.

Menurutnya, bila sudah ada tambahan produksi jagung, impor bisa dikurangi. Buktinya, tahun ini impor sudah turun kurang lebih 3 juta ton, atau setara dengan Rp 7 triliun – Rp 8 triliun. Ini terjadi setelah dirinya memutuskan menahan impor jagung sejak akhir 2015.

“Jagung baru satu tahun saya handle (tangani), produksinya langsung naik. Begitu modelnya anak kampung jadi menteri. Tidak saya biarkan impor masuk di Indonesia kalau produksi dalam negeri bisa. Ini sudah komitmen. Kami sayangi kalian daripada jabatanku,” tandas Amran.

Owner dari berbagai perusahaan berbendera Tiran ini memberikan target pada Pemda Konut tidak hanya melakukan penanaman 10 ribu hektar jagung, melainkan lebih dari luasan itu bisa ditambah dan dimaksimalkan. “Kalau tertanam 10 ribu Ha (jagung) tahun depan kita tambah lagi 20 ribu Ha begitu seterusnya. Ini namamya membangun dari pinggiran. Persoalan pembeli, Bulog pasti hadir, itu perintah langsung dari Pak Presiden,” ungkapnya panjang lebar.

Mentan juga meminta bupati Konut untuk berkoordinasi dengan kabupaten tetangga yang berada di Sulawesi Tengah, yakni Kabupaten Morowali agar lahannya bisa disatukan dalam proses penanaman pangan agar Kementan bisa memporsikan anggaran dua provinsi yakni Sultra dan Sulteng.

Mentan juga mengurai anggaran yang dikucurkan Kementan ke Pemrov Sultra dibidang pertanian sudah mencapai Rp 800 miliar sejak ada Menteri dari Konut. Bandingkan pada tahun-tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan dana kucuran Rp 200 miliar. Khusus Konut sendiri Kementan akan menyiapkan bibit jagung gratis sebanyak 10 ribu kilogram plus pupuk gratis. Kemudian untuk lahan persawahan Kementan akan membantu pembukaan lahan seluas 2000 Ha.

“Untuk bantuan handtraktor kita akan bantu 10 unit, dengan catatan harus dibuka semua lahan tidur sampai di perbatasan (Sulteng). Termasuk eksavator kita akan berikan. Kalau itu tidak terbukti (terbuka lahan sampai ke Sulteng) maka kita alihkan ke Konsel,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam VII Wirabuana, Mayjend Agus Surya Bakti yang ikut menemani Mentan ke Konut menyampaian bahwa akhir-akhir ini kerap dijumpai anggota TNI turun ke sawah. Mereka adalah Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang dikerahkan oleh Koramil di berbagai wilayah Indonesia. “TNI bertekad membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan, khususnya dalam peningkatan produksi komoditas Pajale (Padi, Jagung, dan Kedelai).

Makanya sekarang banyak tentara di sawah? Karena pertanian itu sasaran kita. Perang kita sekarang soal pangan. Ada 14 komoditas pangan, yang suatu saatnya nanti akan jadi rebutan, bensin pun nanti akan mengambil dari pangan,” kata Agus di lokasi penanaman jagung hibrida Desa Tetewatu, Kecamatan Wiwirano.

Dia menjelaskan, membantu ketahanan pangan negara juga bisa dikatakan perang saat masa damai.
Kata dia, TNI ada di sawah, karena tugas pokoknya ada dua. Pertama, saat perang melakukan perlawanan amankan bangsa dari musuh. “Tapi dalam 30 tahun ke depan ini kemungkinan nggak ada musuh yang serang Indonesia,” jelas Agus. Makanya, tugas TNI di luar perang ada 13, salah satunya bantu pemerintah yakni dalam hal ketahanan pangan. Berperang atasi kesulitan pangan dengan swasembada.

Bagikan 10 Juta Cabai.

Dalam kesempatan di Tetewatu kemarin, Menteri Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah akan membagikan 10 juta bibit cabai ke seluruh Indonesia. Targetnya adalah ibu-ibu di seluruh Indonesia.

Amran mengatakan salah satu cara paling rasional menekan permintaan cabai yakni dengan meminta masyarakat menanam di rumah, khususnya ibu-ibu. “Kami kasih benihnya gratis. Kalau bergerak ibu-ibu yang jumlahnya 126 juta orang, itu berapa besar dihemat oleh ibu-ibu. Persoalannya mau apa tidak. Kurangi makeup, kalau sedikit tak apalah agar disayang suami. Jangan malas tanam cabai di rumah,” kata Amran Perkara tanam cabai, kata dia, cukup mudah dilakukan. Kaum ibu hanya perlu menyisihkan waktu setidaknya 5 menit untuk menanam dan merawat cabai di rumah.(helmin)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top