Ketahuan Menikah Siri, Oknum Polisi Dipecat – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Ketahuan Menikah Siri, Oknum Polisi Dipecat

ISULTRASI_VONIS (1)

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Bripka H. Kasmuddin, kini harus menanggalkan uniform Bhayangkaranya. Anggota Polres Kolaka itu dipecat dengan status Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Kasmuddin disidang kode etik setelah atasannya menerima laporan dari istri sah, Hj. Ariyanti. Brigadir Kepala itu diketahui menikah tanpa izin dengan wanita lain dalam status siri. Kuasa Hukum Hj. Ariyanti, Nasruddin, MH mengungkapkan, selain dipecat, H. Kasmuddin juga dihukum pidana penjara selama empat bulan bersama wanita yang dinikahinya itu.

Sebelumnya, ada upaya mediasi yang coba dilakukan. Oknum polisi tersebut diharuskan menandatangani surat perjanjian damai dengan sang istri sah. Perjanjiannya, Kasmuddin menceraikan istri siri, karena pernikahan tersebut yang dinilai tidak sesuai aturan kepolisian. “Kenyataannya suami klien saya tidak menceraikan istri sirinya, malahan mengugat cerai istri sahnya. Makanya kami laporkan ke pihak Polres di mana suami klien saya bertugas,” kata Nasruddin, Jumat (13/1).

Atas laporan tersebut, personil Satuan Tahanan dan Titipan (Sattahti) Polres Kolaka itu menjalani sidang kode etik. Hingga pada 28 Desember 2016 lalu, Kasmuddin dinyatakan PTDH. Pertimbangan PTDH yang dilakukan pihak Polres Kolaka selain pelanggaran kode etik yang dilakukan oknum polisi itu, juga ada beberapa kesalahan lain yang dilakukan Kasmuddin. Salah satunya dituding menggelapkan mobil milik mertuanya. “Klien kami hanya ingin memastikan apakah suaminya itu betul dipecat atau tidak,” ujar kuasa hukum Hj. Ariyanti.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh membenarkan proses hukum dan putusan PTDH terhadap Bripka Kasmuddin. “Saya sudah kroscek di Polres Kolaka. Betul ada sidang PTDH terhadap yang bersangkutan (Kasmuddin). Sesuai aturan pihak Polres mempunyai kewenangan melakukan pemecatan yang kemudian dilaporkan ke Mapolda,” tandas Dolfi Kumaseh, kemarin. (kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top