1.430 Guru di Bombana Galau Gara-gara Ini… – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Bombana

1.430 Guru di Bombana Galau Gara-gara Ini…

Guru. Ilustrasi

Guru. Ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id,RUMBIA—Sebanyak 1.430 guru di Kabupaten Bombana kini sedang galau. Penyebabnya, hingga memasuki tahun anggaran 2017 ini, mereka belum menerima dana sertifikasi serta tunjangan penghasilan (tamsil) triwulan ke IV tahun 2016. Belum ada penjelasan dari pemerintah pisat terkait molornya pembayaran “bonus” gaji para abdi negara tersebut. Padahal, sejak awal Desember tahun lalu, nama mereka sudah di usulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Ahmad mengatakan, jumlah guru yang belum menerima dana sertifikasi dan tamsil di Bombana sebanyak 1.430 orang. Khusus guru belum menerima tamsil, jumlahnya sebanyak 370 orang. Dimana perbulan, setiap guru menerima tamsil sekira Rp 250 ribu. Sedangkan jumlah guru belum menerima dana sertifikasi sebanyak 1.060 orang.

Rinciannya, guru Taman Kanak-Kanan sebanyak 44 guru, dengan jumlah dana sertifikasi yang harus diterima sekira Rp 393 juta. Guru SD sebanyak 494 orang dengan total tunjangan sekira Rp 4,6 miliar. Sementara guru SMP penerima sertifikasi sebanyak 244 orang dengan tunjangan sekira Rp 2,2 miliar.

“Ditambah lagi guru SMA sebanyak 243 orang dengan tunjangan Rp 2 miliar lebih. Serta pengawas sebanyak 35 orang dengan tunjangan sekira Rp 300 juta lebih. Kami masih menunggu informasi dari pusat soal pencairannya,” ungkap Ahmad, Kamis (12/1).

Mantan Kabid Mutasi Badan Kepegawaian Daerah ini menambahkan, jika ditotalkan, jumlah dana sertifikasi dan tamsil yang belum dibayarkan sekira Rp 11 miliar. Ahmad yang baru sepekan menduduki jabatan Kabid Pembinaan Ketenagaan itu, mengaku tidak mengetahui penyebab belum dibayarkannya dana sertifikasi dan tamsil bagi seribuan guru itu.

Yang jelas, lanjut dia, proses pencairan dana itu, tidak lagi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana. Tapi langsung ditransfer pemerintah pusat ke rekening masing-masing guru. “Kami hanya mengajukan nama-namanya ke pusat. Setelah itu, pembayarannya langsung di rekening guru. Kemungkinan ada kendala di pusat, sehingga belum di transfer. Masalah ini tetap akan kami tindak lanjuti,” tandasnya. (nuriadi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top