Kebijakan Pemberian TPP Disambut Baik, Salat Subuh Berjamaah Juga Harus Direspon Positif – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Kebijakan Pemberian TPP Disambut Baik, Salat Subuh Berjamaah Juga Harus Direspon Positif

H. Nur Alam

H. Nur Alam

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Gubernur Sultra, H. Nur Alam masih merasa belum puas dengan acuan penilaian Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP). Metode pendekatan kinerja melalui laporan absensi ruangan, apel pagi dan sore ternyata belum efektif. Pada kenyataannya, masih ada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berbuat curang dengan memanipulasi daftar absensi. Salah satu modusnya, meminta tolong rekan menandatangani daftar absensi. Padahal kebijakan ini merupakan upaya pembinaan dan motivasi agar pegawai lebih disiplin.
Sebagai bagian dari pembinaan, mantan Wakil Ketua DPRD Sultra ini membuat terobosan baru. Untuk penguatan spiritual, ia mewajibkan seluruh pegawai pria lingkup Pemprov Sultra khususnya yang beragama Islam mengikuti salat subuh berjamaah di Masjid Agung Alkautsar. Dini hari Jumat (13/1) tadi, pelaksanaan salat subuh berjamaah tersebut telah dimulai.

“Saya hanya ingin mengingatkan saja. Besok (hari ini) subuh, kita akan menggelar salat subuh berjamaah di Masjid Agung Alkautsar. Jadi semuanya harus hadir. Apalagi ini baru kali pertama,” kata Nur Alam, Kamis (12/1). Kehadiran pegawai kata mantan Ketua KONI Sultra, bukan semata untuk ritual salat subuh. Sebelum salat, ada rangkaian kegiatan kuliah subuh yang harus diikuti. Untuk hari pertama, ia yang akan membawakan materi. Makanya, ia kembali mengingatkan pegawai tidak terlambat. Apalagi akan menjadi poin penilaian pembayaran TPP. Sebab ada daftar absensi yang harus ditandatangani.

Suami anggota DPR RI, Hj. Asnawati Hasan ini berharap kebijakan ini tak menuai nada sumbang. Apalagi kegiatan itu memiliki nilai ibadah. Seperti halnya TPP, kebijakan ini harus direspon positif. Sebab kebijakan tersebut saling berkaitan. Pada dasarnya, Nur Alam tidak memiliki tendensi apapun. Tujuannya hanya mengajak berbuat kebaikan.  “Ini kan bagian dari kebijakan saya. Kalau TPP direspon baik, kok mengajak kebaikan dianggap tidak baik. Sebagai pembina kepagawaian, saya berkeinginan membawa semua masuk surga. Masa, mau masuk surga saja dipaksa-paksa. Harusnya, keinginan itu muncul dari diri sendiri,” tandas periah penghargaan Bintang Maha Putera ini. (amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top