Pariwara
Hukum & Kriminal

11 Fakta dan Kejanggalan Perselingkuhan Bupati Katingan

Ahmad Yatingle dan Farida Yeni digelandang polisi. Foto: Kalteng Pos/JPNN

Ahmad Yatingle dan Farida Yeni digelandang polisi. Foto: Kalteng Pos/JPNN

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIKasus perselingkuhan Bupati Katingan Ahmad Yatenglie dengan Farida Yeni sedang menjadi pembicaraan panas.

Tidak hanya di Katingan, tetapi juga di tingkat nasional.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bahkan sudah mengomentari kasus memalukan tersebut.

Partai Gerindra selaku pengusung Ahmad dalam Pilkada Kabupaten Katingan juga mengecam ulah pria 43 tahun itu.

Banyak fakta menarik dalam cinta terlarang Ahmad dan Farida.

Namun, ada pula beberapa kejanggalan dalam kasus tersebut.

Laman Radar Sampit membeberkan sebelas fakta dan kejanggalan dalam kasus tersebut.

1. Beberapa hari sebelum penggerebekan, Farida mengunggah foto dua cincin di jari manisnya.

”Dua cincin ceritanya,” tulis Farida dalam akun Facebook-nya.

2. Aipda SU selaku pelapor tidak berupaya menghubungi Farida ketika mendapati rumahnya sedang terkunci. Pelapor langsung ke tempat Farida bekerja untuk mengambil kunci.

3. Farida tidak ada di tempat bekerjanya. Apida SU langsung berinisiatif mendatangi rumah kontrakan Farida di  Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir.

4. Aipda SU menemukan tas dan rokok Farida di depan rumah tempat penggerebekan. Ini menjadi pertanyaan: disengaja atau keteledoran Farida.

5. Saat mendobrak rumah kontrakan, Aipda SU mendapati Farida dan Ahmad  tertidur dalam keadaan tak berbusana. Banyak yang merasa aneh karena Farida dan Ahmad tidak terbangun saat pintu didobrak.

6. Polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian dalam Farida dan Ahmad. Salah satunya terdapat bercak yang diduga sperma sang bupati.

7. Setelah diperiksa polisi, Ahmad dan Farida mengaku telah menikah siri di Bogor. Hal itu dibuktikan dengan adanya akta pernikahan.

8. Buku nikah itu menimbulkan pertanyaan. Apakah pria dibenarkan menikahi wanita yang masih berstatus istri orang?

9. Dewan Adat Dayak Kalteng mengancam akan menjatuhkan sanksi adat kepada Ahmad dan Farida.

10. Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Katingan Bersatu (AMKB) berdemo dan ngotot menuntut Ahmad diturunkan dari jabatannya.

11. Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir Ledie Nussa berjanji menampung aspirasi masyarakat, dan akan segera menindaklanjuti bersama jajarannya. (oes)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/kendaripos/public_html/wp-includes/functions.php on line 3729