Listrik Sering Padam, Ternyata Ini Masalahnya – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Listrik Sering Padam, Ternyata Ini Masalahnya

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Dua hari belakangan ini, warga Kota Kendari kembali mengalami pemadaman listrik bergilir. Pada hari pertama, pemadaman dirasakan sebanyak dua kali dengan durasi antara 20 hingga 30 menit. Untuk hari kedua, waktunya lebih cepat.

pohon

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum memberikan jaminan tidak adanya pemadaman untuk hari ini dan seterusnya. Pasalnya, angin kencang beberapa hari ini masih terus terjadi yang memicu instalasi listrik mengalami ganguan. Termasuk kabel listrik yang terputus terkena pohon tumbang.

“Jaringan kami sedikit mengalami masalah. Hal ini disebabkan angin kencang. Akibatnya, beberapa alat mengalami kerusakan. Seperti di Puuwatu, mesinnya kemasukan kayu yang berterbangan. Begitupun dengan kabel listrik yang terputus di daerah menuju bandara akibat pohon tumbang,” kata Abdul Maulah, Manager Area PT PLN Kendari, Jumat (6/1).

Untuk memperbaiki kerusakan kata mantan Manager Area PT PLN Ternate ini, pihaknya terpaksa melakukan pemadaman. Apalagi suplai daya yang dimiliki mesin pembangkit listrik milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini relatif terbatas.

Untuk saat ini, penanganan yang dilakukan mulai teratasi. Suplai listrik ke pelanggan sudah mulai terpenuhi. Makanya, durasi pemadaman listrik pada hari ini mulai berkurang. “Kendati belum 100 persen, kita sudah bisa antisipasi. Defisit daya sudah bisa teratasi. Hanya saja, kami belum memastikan tidak adanya pemadaman. Apalagi proses perbaikan masih terus dilakukan. Selain itu, angin kencang di beberapa lokasi masih sering terjadi. Seperti di Ranomeeto, Baruga dan Puuwatu. Pasalnya, cukup banyak pohon tinggi yang sewaktu-waktu bisa tumbang,” katanya.

Kapasitas mesin pembangkit PLN kata Maulah, masih cukup untuk menyuplai daya ke pelanggan. Saat ini, kapasitas daya mencapai 81 Mega Watt (MW). Sementara kebutuhan daya antara 78 sampai 80 MW. Pada waktu tertentu, puncak bebannya bisa mencapai 80 dan 81 MW. Makanya, bila ada kerusakan pihaknya terpaksa melakukan pemadaman bergilir. Sebab beban yang harus disuplai mengalami defisit. Namun untuk saat ini, permintaan pelanggan bisa terlayani.

“Untuk mengurangi beban, kami harus melakukan pemadaman bergilir. Dengan begitu, pelanggan bisa terlayani. Saat ini, kapasitas daya yang dikeluarkan mesin pembangkit kita mencapai 78 hingga 80 MW. Kalau normal bisa mencapai 81 MW. Makanya, kami terus memaksimalkan. Kalau memang tak mampu, kami lakukan pemadaman. Namun khusus pelanggan yang memiliki mesin pembangkit sendiri seperti genset,” pungkasnya. (b/mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top