TNI dan Australia, Jokowi: Ini Masalah Prinsip – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Nasional

TNI dan Australia, Jokowi: Ini Masalah Prinsip

Presiden Joko Widodo dan PM Australia Malcolm Turnbull. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN

Presiden Joko Widodo dan PM Australia Malcolm Turnbull. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait keputusan TNI yang menghentikan sementara kerja sama militer dan pertahanan dengan Australian Defence Force.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian yang digelar di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, hari ini.

“Saya sudah menerima laporan dari Panglima TNI, dari Menteri Pertahanan. Dan saat ini masalah itu saya sudah perintahkan untuk ditangani oleh Menhan dan Panglima TNI,” ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu.

BACA JUGA :  Ini Warning Panglima ke Negera Penista Pancasila

Lebih lanjut, Jokowi mengimbau agar langkah yang diambil TNI bisa mendinginkan suasana antara militer Indonesia dan Australia.

“Saya kira hubungan kita dengan Australia ya masih dalam kondisi yang baik-baik saja, hanya mungkin di tingkat operasional ini yang perlu disampaikan agar situasinya tidak panas,” imbuhnya.

Selain itu, Jokowi juga berharap agar keputusan tersebut tidak mengganggu hubungan bilateral antara kedua negara.

BACA JUGA :  Ogah Ketemu Tentara Australia, Panglima TNI: Setelah Investigasi Saja

Mengingat saat ini Indonesia dan Australia sepakat untuk menjaga hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan baik.

“Kita kan sudah sepakat, Indonesia-Australia sepakat untuk saling menghormati, untuk saling menghargai, dan tidak campur tangan urusan dalam negeri masing-masing. Saya kira kita sepakat itu,” imbuhnya

Seperti diketahui, Markas Besar TNI memutuskan untuk menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia, setelah adanya masalah teknis saat melakukan latihan bersama yang menyebabkan penghentian tersebut.

“Iya betul menghentikan sementara, bukan memutuskan kerja sama,” ujar Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto, di Jakarta, 4 Januari 2017 lalu.

BACA JUGA :  Media Aussie Sebut Jenderal Gatot Ngebet Jadi Presiden

Penghentian kerja sama sementara tersebut meliputi berbagai aspek, di antaranya latihan bersama, pendidikan, tukar menukar perwira, hingga kunjungan antar-pejabat.

Oleh sebab itu, Jokowi berharap agar masalah tersebut bisa segera diselesaikan dengan baik dan tidak akan mempengaruhi latihan bersama militer Indonesia dan Australia di masa mendatang.

“Ya ini masalahnya biar di-clear-kan dulu lah, karena ini juga masalah itu meskipun di tingkat operasional tapi kan juga masalah prinsip,” pungkasnya. (flo/JPNN)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top