Oknum TNI AD Dilapor Menganiaya Siswa SMA – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Oknum TNI AD Dilapor Menganiaya Siswa SMA

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Muhammad Nofal mengalami luka memar akibat dianiaya seorang pria yang disebut personil Korem 143 Halu Oleo (HO) bernama Praka Didi. Saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/1), Nofal yang berdomisili di jalan Kartika, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga itu mengisahkan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (31/12/2016) lalu di belakang Pasar Korem.

berkelahi

Pemuda berusia 17 tahun tersebut diminta ayahnya mengamankan arus kendaraan karena sedang terjadi kebakaran pada sebuah Ruko di kawasan itu. “Agar kendaraan pemadam dapat masuk dengan cepat menyiram api yang terus membesar. Jadi saya di tengah jalan, amankan jalur kendaraan,” versinya, kemarin.

Ketika itu Praka Didi menegur korban agar hati-hati karena telah menahan mobil angkutan kota (Angkot). Setelah itu oknum TNI tersebut kemudian kembali mengatakan pada Nofal, “Apa liat-liat,” sambil mendekat dan memukulnya. Siswa SMA itu kemudian melakukan perlawanan dan sempat memukul Didi.

Akhirnya korban ikut dikeroyok lima orang tak dikenal. Personil POM yang juga melakukan pengamanan lalu lintas langsung melerai perkelahian tersebut dan menyuruh korban pulang ke rumah. “Saya langsung pulang. Tapi sebelum sampai rumah saya dipanggil lagi ke Pos Korem,” tuturnya.

Di tempat itu, anak pasangan Anwar Abdullah dan Suarma itu ditanya seorang anggota Korem apa yang dilakukannya sehingga terjadi perkelahian. Baru hendak menjelaskan, Praka Didi kembali memukul korban lagi dan disuruh pulang. Tak sampai di situ penderitaan Nofal. Dalam perjalanan ke rumahnya, ia dipukul lagi oleh seseorang tak dikenal mengenakan kaos bercorak loreng.

Sudarma (44) ibu korban yang mengetahui anaknya menjadi korban pemukulan langsung melaporkan perbuatan oknum tersebut di Detasemen Polisi Militer TNI AD. Laporan tersebut kemudian diterima dengan nomor laporan LP-26/A-26/XII/2016. “Orang itu harus diproses masa aparat perlakuannya sama anak-anak seperti itu. Daya juga telah melaporkan kejadian tersebut di Mapolres Kendari karena ada warga sipil yang ikut mengeroyok anak saya,” kesalnya.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 143 HO, Mayor Inf Azwar yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pihak POM AD masih melakukan penyelidikan terkait laporan warga tersebut. Yang bersangkutan dan korban sudah diperiksa pihak POM, dan telah dilakukan berita acara pemeriksaa (BAP). “Kalau memang personil melakukan pelanggaran dan betul telah melakukan penganiayaan, pasti akan kami tindak,” tegasnya. (b/kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top