Kubah Belum Rampung, Kontraktor Masjid Al Alam Kena Penalti – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Kubah Belum Rampung, Kontraktor Masjid Al Alam Kena Penalti

Gubernur Nur Alam (membelangi lensa) melihat letak tempat kubah Masjid Al Alam.

Gubernur Nur Alam (membelangi lensa) melihat letak tempat kubah Masjid Al Alam.

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI-Seharusnya, masa pengerjaan Masjid Al Alam telah berakhir tanggal 31 Desember 2016. Sayangnya, progres pengerjaan kubah masjid masih jauh dari harapan. Satu dari tiga komponen yang tertuang dalam kontrak belum dirampungkan. Hingga kini, PT Brantas Adi Praja sebagai rekanan belum merealisasi pengerjaan kubah masjid. Makanya, atap masjid masih belum tertutupi. Hanya ada beberapa bagian rangka kubah yang telah terpasang. Padahal pemerintah sudah mengalokasikan dana melalui APBD 2017 sebesar Rp 90 miliar untuk menindaklanjuti proyek tersebut.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Pengairan Sultra, Pahri Yamsul mengakui kegagalan PT Brantas Adi Praja menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak. Namun hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, pengerjaan kubah yang masih tersisa akan tetap dirampungkan. Untuk menuntaskan pengerjaan kubah, masa pengerjaannya ditambah kurang lebih sebulan. Sebagai konsekuensinya, pihak konsorsium harus rela kena penalti (denda). Anggarannya bakal dipotong sebagaimana tambahan waktu penyelesaiannya.

BACA JUGA :  Mega Proyek, Masjid Al Alam Diguyur Dana Rp 90 M Lagi

“Progres pembangunan baru menyelesaikan konstruksi lantai dasar dan struktur tiang bangunan masjid berlantai dua. Namun untuk kubah belum selesai. Tapi itu tidak ada masalah. Hanya saja, pengerjaannya terlambat. Pihak konsorsium pun telah berkomitmen menyelesaikan pengerjaannya hingga akhir Januari. Saya kira, bisa dirampungkan. Apalagi pengerjaan kubah masjid menggunakan sistem pabrikasi. Jadi tinggal dipasang saja. Di sisi lain, PT Brantas cukup berpengalaman mengerjakan proyek seperti ini,” yakin Pahri.

BACA JUGA :  Tahun Ini Gubernur Salat Idul Fitri di Masjid Al Alam

Molornya pengerjaan kubah masjid beber Ketua Pengurus Softball Sultra ini, terkendala pendistribusian material penutup atap masjid. Hingga kini, material yang baru tiba hanya berupa konstruksi rangka baja pada tanggal 15 Desember lalu. Makanya, pengerjaannya belum bisa dimulai. Untuk mengefektifkan waktu, konstruksi rangka bajanya mulai dipasang. Bila materialnya telah tiba, tahap pengerjaan sudah bisa masuk ke pemasangan penutup kubah berbahan logam anti karat. “Berdasarkan hasil konfirmasi kami, materialnya akan tiba dalam beberapa hari ini. Kemungkinan, awal Januari ini sudah mulai dikerjakan. Untuk menyiasati masa pengerjaannya lewat, konsorium dalam hal ini PT Brantas Adipraja akan mempercepat pengerjaan. Makanya, dilakukan siang-malam,” kata mantan Kabid Cipta Karya Dinas PU Sultra ini.

BACA JUGA :  Tahun Ini Gubernur Salat Idul Fitri di Masjid Al Alam

Mengenai rencana kelanjutan pengerjaan masjid, tetap akan dilaksanakan. Apalagi anggarannya telah siap. Sesuai rencana, anggaran ini diperuntukan untuk arsitek masjid. Dana sebesar Rp 90 miliar diporsikan merampungkan bangunan masjid. Makanya, paket pengerjaanya akan segera diinput dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP). Pihaknya akan mempercepat proses pelelangan agar pengerjaannya bisa dimulai. Apalagi lokasinya akan jadi pusat pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini.

“Anggaran tahun 2017, diperuntukan bagi pembangunan menara dan arsitektur masjid. Pemerintah akan konsen mengawal proyek ini. Makanya, mulai tahap lelang dan pengerjaannya akan terus dikawal. Selain bangunan masjid, pemerintah berencana membangun pelataran parkir dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Untuk pembiayaannya, kami telah usulkan ke pusat. Kita berdoa saja, semoga usulan kita bisa diakomodir,” pungkasnya. (Amal)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top