Jaksa Segera Ekspose Dugaan Penyimpangan DAK Muna – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Jaksa Segera Ekspose Dugaan Penyimpangan DAK Muna

kendaripos.fajar.co.id, RAHA- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna masih terus mengumpulkan bukti-bukti dugaan penyimpangan tata kelola Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015. Tercatat sudah ada 11 pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pihak RSUD yang telah dimintai keterangannya. Sampai sejauh itu, jaksa belum mau mengungkapkan bagaimana kelanjutan proses hukum tersebut. Pihak Kejari baru berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan dalam agenda ekspose kasus pada Januari ini.

Kasiintel Kejari Muna, Ld. Abdul Sofyan, SH mengungkapkan, dari hasil ekspose tersebut nantinya belum dapat dipastikan bagaimana status pengusutan kasus penggunaan DAK itu. Namun dari hasil pemaparan nanti, jika masih dibutuhkan pendalaman, maka akan ada pihak-pihak lain yang pasti dipanggil. Mulai dari anggota Badan Anggaran di DPRD Muna hingga pemerintahan sebelumnya untuk kepentingan klarifikasi. “Jadi bulan ini juga akan diekspose. Kalau memang butuh pendalaman dan memungkinkan, maka akan dijadwalkan untuk dimintai keterangannya. Semua tergantung hasil ekspose,” ungkap Abdul Sofyan di kantor Kejari Muna, Selasa (3/1).

Ia menegaskan, penyelidikan kasus DAK yang melibatkan sejumlah SKPD itu sudah pasti ada dugaan penyimpangan. Meski demikian, Sofyan enggan mengungkapkan lebih jauh penyelidikan kasus tersebut. “Soal potensi tersangka, lihat saja perkembangannya. Yang pasti, penyelidikan dilakukan jelas ada dugaan penyimpangan,” tegasnya.

Untuk diketahui, DAK 2015 yang dikelola Pemkab Muna berjumlah Rp 300 miliar lebih. Rp 200 miliar untuk DAK reguler serta Rp 110 miliar DAK tambahan yang diporsikan bagi pembangunan infrastruktur dan irigasi. Dalam proses pengelolaannya, anggaran tersebut dibayarkan untuk membiayai sejumlah kegiatan pada tahun 2016 berdasarkan Peraturan Bupati sesuai penjabaran APBD Muna. Padahal dana tersebut harusnya sudah dibayarkan pada tahun berjalan. (ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top