Pariwara
Metro Kendari

Pemprov Sultra Siapkan Sistem Transportasi Massal Berbasis Jalan

Gubernur Nur Alam menandatangani Pergub sistem transportasi massal berbasis jalan di Dishub Sultra, Kamis (29/12).

Gubernur Nur Alam menandatangani Pergub sistem transportasi massal berbasis jalan di Dishub Sultra, Kamis (29/12).

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIPemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra tengah mempersiapkan system transportasi massal berbasis jalan. Sistem transportasi dimaksud berupa penyedian sarana transportasi massal atau bus rapid transit (BRT) yang dapat mendukung penyediaan angkutan umum sesuai keinginan masyarakat, yang efisien, nyaman, handal dan terjangkau sesuai daya beli masyarakat.

Hal itu ditandai dengan ditandatanganinya peraturan gubernur  (Pergub) terkait system transportasi massal berbasis jalan, Kamis (29/12). Dengan penandatanganan itu, maka Sultra akan memiliki panduan terkait penggunaan bus angkutan massal, penyediaan rute dan halte serta terminal terpadu antar moda.

“Bila dulunya system transportasi kita sesuai kebutuhan dan perkembangan, maka adanya Pergub ini kita telah persiapkan system transportasi kita hingga 30 tahun mendatang. Jadi, gubernur telah meletakan pondasinya dan secara bertahap kita wujudkan, sehingga bisa menjawab perkembangan transportasi kita hingga 30 tahun mendatang,” kata Hado Hasina kepada wartawan.

Sebelumnya, dihadapan gubernur, Hado mempresentasikan, pengoperasian BRT akan meningkatkan daya tarik angkutan umum, sehingga dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi sebagai usaha mengurangi tingkat kemacetan.  “Pengoperasian BRT nantinya tentu harus ditunjang didukung rute perjalanan dan halte yang memadai,” kata Hado.

Pada kesempatan itu Hado juga menunjukkan peta jalur transportasi yang dilalui bus dan lokasi halte dan terminal terpadu. “Halte dan terminal yang akan dikembangkan nantinya bukan seperti yang dilihat sekarang, tapi lebih komplit. Di halte nantinya, masyarakat bisa menitipkan kendaraannya lalu kemudian melanjutkan menggunakan transportasi messal. Di halte maupun terminal juga masyarakat bisa berbelanja kebutuhannya, karena tersedia  berbagai barang dagangan yang disediakan pedagang,” katanya.

Pembangunan halte pun, lanjut Hado, bekerjasama dengan pihak ketiga. Pemerintah tinggal menunjukkan titiknya berdasarkan survey  yang telah dilakukan, dan swasta yang membangun. Pihak swasta nantinya bisa memperoleh keuntungan melalui jasa sewa penitipan kendaraan pribadi, ataupun sewa untuk lods pedagang di halte.  “Kalau bapak gubernur mengalokasikan kepada Dishub Rp. 7 miliar saja untuk mewujudkan ini, maka kami bisa mendatangkan PAD Rp. 10 miliar. Banyak yang bisa terbangun karena sistemnya kita libatka pihak swasta,” kata Hado.

Gubernur menyambut baik langkah pihak Dinas Perhubungan Sultra tersebut. Gubernur pun banyak memberikan masukan terkait pengembangan system transportasi dan terminal. “Halte dan terminal nantinya harus dibuat nyaman. Bukan hanya dapat belanja, tapi juga bisa istrahat dan ngopi. Kalau perlu untuk pengurusan  passport, biar WNA bisa terkontrol,” katanya. (sawal)

 


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top