KRIMINAL Detik-detik Mengerikan Penemuan 11 Korban yang Disekap dalam Kamar Mandi Sempit – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

KRIMINAL Detik-detik Mengerikan Penemuan 11 Korban yang Disekap dalam Kamar Mandi Sempit

kendaripos.fajar.co.id, JAKARTA –Sugeng, 32, salah seorang pembantu Dodi Triono, 59, di rumah lainnya (rumah Dodi tidak hanya satu) adalah orang yang pertama datang ke rumah Dodi di Pulomas, Jakarta Timur. Dia datang bersama seorang warga bernama Lutfi dan ketua RW setempat, Abdul Gani, 45.

Sejumlah kerabat korban pembunuhan berada di lokasi rumah korban Pulo mas utara, Jakarta, Selasa (27/12/2016). HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

Sugeng mengaku, mendatangi rumah tersebut setelah ditelepon teman Diona Arika Andra Putri, anak Dodi.

Ceritanya, kemarin sekitar pukul 08.30 Sheila Putri dan Evan Sandreho (teman Diona, 16, putri Dodi) datang ke rumah tersebut. Sheila dan Evan memang biasa berkunjung untuk bermain bersama Diona.

BACA JUGA :  KPAI Duga Ada Motif Dendam Dibalik Pembunuhan Sadis Pulogadung

Sheila dan Evan menghubungi ponsel Diona, tapi tidak aktif. Setelah itu, mereka menghubungi Sugeng, pembantu di rumah kedua Dodi di Pulomas Residence.

dodi-triono-bersama-salah-satu-korban-pembunuhan-pulogadung

Sugeng kemudian mengajak Lutfi dan Ketua RW Abdul Gani untuk mendatangi rumah korban pada pukul 09.00. Sugeng mencoba menelepon Dodi dan anak-anaknya, tapi semua ponsel tidak aktif. Yang mencurigakan, pintu gerbang rumah tertutup, tapi gemboknya terbuka.

BACA JUGA :  Polisi Kawal Ketat Korban Selamat dari Pembunuhan Sadis Pulogadung

Mereka kemudian masuk melalui pintu utama. Alangkah kaget mereka, ternyata pintu tidak terkunci. Mereka bertiga kemudian berpencar untuk memeriksa rumah. Ada yang menuju bagian belakang, ada juga yang mengecek ke lantai 2.

Di dalam rumah, Sugeng melihat kunci-kunci mobil berserakan di lantai. Lalu, dia mengecek kamar mandi belakang. Saat itu Sugeng mendengar teriakan salah satu korban, Gemma Dzalfayla, anak Dodi yang kemudian ditemukan tewas. Tapi, Sugeng tidak berani mendobrak pintu kamar mandi. Ketika itu pintu kamar mandi pembantu tersebut dikunci dari luar dan gagang pintu dipatahkan.

BACA JUGA :  Ringkus Pembunuh Sadis Pulogadung yang Buron Ini

Sugeng, Lutfi, dan Gani lalu melapor ke pos polisi Kayu Putih. Polisi datang ke TKP sekitar pukul 09.30. Polisi dan para saksi langsung mendobrak pintu kamar mandi dengan linggis.

Begitu pintu terbuka, semua mata terbelalak. Mereka melihat sebelas orang bertumpuk dan berimpitan di kamar mandi berukuran 2×1 meter. (Fajar/JPG)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top