Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ahok, Sidang Berlanjut – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ahok, Sidang Berlanjut

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat tiba di Gedung Utama Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Selasa (22/11). Ahok diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat tiba di Gedung Utama Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Selasa (22/11). Ahok diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menyatakan berkas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sah.

Sehingga sidang perkara diugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu dapat dilanjutkan dengan proses pemeriksaan saksi.

“Surat dakwaan penuntut umum harus dinyatakan sah sebagai dasar pemeriksaan terdakwa di persidangan,” ujar anggota majelis hakim dalam sidang putusan sela, Selasa (27/12).

BACA JUGA :  Doa Masyarakat Soal Sidang Ahok Dikabulkan Hakim

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan surat dakwaan JPU telah disusun secara cermat, jelas, dan lengkap.

Surat dakwaan tersebut telah memuat secara lengkap nama terdakwa, tempat tanggal lahir, tempat tinggal, kebangsaan, agama, dan pekerjaan.

Selain itu JPU juga dianggap telah menguraikan secara jelas dan lengkap dengan menyebut waktu dan tempat tindak pidana dilakukan.

“Penuntut umum telah menguraikan dakwaan secara jelas dan lengkap mengenai locus delicti dan tompus delicti,” kata anggota majelis hakim.

BACA JUGA :  Pantau Langsung Sidang Ahok, Begini Penilaian KY

Majelis hakim juga menolak poin keberatan tim kuasa hukum yang menyatakan, bahwa pasal 156 huruf a yang didakwakan pada Ahok termasuk dalam delik materiil.

Artinya dalam tindakan dugaan penistaan agama mestinya disertai dengan ketentuan pasal 156 huruf b KUHP yang menjelaskan akibatnya.

Namun dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan bahwa pasal 156 huruf a termasuk dalam delik formal yang tidak perlu ada akibatnya.

Merujuk pada keterangan ahli hukum pidana, Edward Os Hiariej dalam salah satu bukunya menjelaskan, perbedaan delik formal dan materiil tidak lepas dari istilah perbuatan itu sendiri.

BACA JUGA :  Jaksa Sebut Ahok Sengaja Sebut Almaidah

“Delik formal menitikberatkan pada tindakan, sementara delik materiil pada akibat,” ucap anggota majelis hakim.

Oleh karena itu, majelis hakim menilai pasal 156 huruf a yang didakwakan adalah delik formal dan dapat didakwakan sendiri tanpa digabung dengan pasal 156 huruf b.

“Keberatan penasihat hukum tidak berdasar dan tidak dapat diterima,” ucapnya.

Sebelumnya, majelis hakim menolak nota keberatan terdakwa perkara dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto mengatakan, dakwaan jaksa penuntut umum sah menurut hukum sehingga sidang dilanjutkan. (elf/JPG)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top