Dirut PT TRK Mangkir dari Panggilan Jaksa – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Dirut PT TRK Mangkir dari Panggilan Jaksa

kendaripos.fajar.co.id KOLAKA- Kejari Kolaka mengagendakan memeriksa Dirut PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK), Najmuddin Haruna sebagai tersangka kasus korupsi dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) Paskatambang. Jadwalnya, Jumat (23/12) lalu. Sayang, yang bersangkutan mengabaikan panggilan kejaksaan yang sudah dilayangkan beberapa hari sebelumnya, tanpa alasan jelas.

images-6

“Dia (Jojon,red) tidak datang. Kami juga tidak tahu apa alasannya dia tidak datang. Tapi yang jelas, kami akan layangkan lagi surat berikutnya. Dan sesuai aturan, jika tersangka mangkir lagi, maka dia akan kami jemput paksa,” kata Kasi Pidsus Kejari Kolaka, Abdul Salam, SH.

Sementara itu, di Gedung DPRD Kolaka terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh keluarga tersangka Jojon yang menuntut DPRD agar segera menyelesaikan persoalan tersebut. Dimana salah satu tuntutan demonstran yaitu meminta DPRD Kolaka agar mendesak Kajari Kolaka untuk mencabut surat penetapan tersangka Jojon. “Kami meminta kepada Kajari agar mencabut surat penetapan tersangka saudara kami Najmuddin Haruna dan membebaskan dia dari tuduhan tersebut karena itu tidak prosedural,” kata Ahmarudin Haruna.

Setelah menyampaikan aspirasinya di Gedung DPRD, para demonstran didampingi komisi I untuk bertemu pimpinan Kejari Kolaka. Dalam kunjungannya ke Kantor Kejari, para demonstran dan anggota dewan diterima oleh Plh Kajari Kolaka Eka Prasetya dan Kasi Pidsus Abdul Salam.

Menanggapi tuntutan para demonstran, Plh Kajari Kolaka Eka Prasetya mengatakan, jika tersangka atau keluarga tersangka menganggap bahwa penetapan Jojon sebagai tersangka tidak prosedural, ia mempersilahkan untuk menempuh jalur hukum. “Jika anggapan tersangka maupun keluarga proses yang dilakukan kejaksaan tidak benar, silahkan menempuh jalur praperadilan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kejari Kolaka telah menetapkan mantan karyawan bank BUMN Abdullah dan Dirut PT TRK sebagai tersangka dalam kasus dana jaminan reklamasi tahun 2012. Dalam kasus tersebut terjadi penyelewengan yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 1,5 miliar. Tersangka Abdullah telah ditahan pada Selasa (6/12) lalu.
Sejauh ini pihak Kejari telah memeriksa sekitar 15 saksi terkait kasus tersebut yang diantaranya adalah mantan Kadis Pertambangan Kolaka Andi Sastra Pangerang serta mantan Kepala BPKAD Kolaka Zulkarnain. (fad)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top