Tiga RSUD Bersertifikasi Tangani ODHA – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Aneka

Tiga RSUD Bersertifikasi Tangani ODHA

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIPenularan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Sultra terus meningkat. Sayangnya, penanganan bagi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) tersebut masih terbatas. Meskipun ada pelayanan, namun sebatas pendeteksian, belum sampai pengobatan dan penanganan medis lainnya. Untuk mengoptimalkan pelayanan, RSUD Bahtermas melakukan pendampingan dan pembimbingan pada tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Tahun 2016 ini RSUD Kendari, RSUD Baubau dan RSUD Muna telah memiliki sertifikasi layanan pengobatan bagi ODHA.
“Ya, tahun ini kita berhasil membuka layanan bagi ODHA ditiga rumah sakit tersebut. Fasilitas yang dibuka terbilang lengkap. Dengan begitu bisa mengurangi ODHA yang berobat di RSUD Bahteramas. Apalagi selama ini, hanya satu yang menjadi sentra pelayanan utama HIV/ AIDS di Sultra,” kata dr. Yusuf Hamra, Sp.PD, Direktur RSUD Bahtermas, Kamis (22/12). Selama ini kata mantan Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan tersebut, seluruh pasien menumpuk di RSUD Sultra. Padahal banyak diantara mereka yang bermukim di luar Kendari. Makanya penanganan ODHA belum maksimal. Agar mereka bisa mendapatkan pelayanan, pihaknya mendorong Pemda membuka fasilitas bagi ODHA. RS yang tadinya hanya melakukan penanganan dasar, ditingkatkan kapasitasnya. Setelah melalui proses pembimbingan dan penyiapan alat, tiga RSUD ini sudah bisa memberikan layanan secara penuh. “Penanganan RS ini telah memenuhi Care Support Treatmen (SCT). Jadi tidak hanya mendeteksi dan memberi obat, namun penanganan medis lainnya. Saat ini, pelayanannya sudah mandiri. Kedepan, kami berencana akan membuka fasilitas ini daerah. Dengan 17 daerah, tiga RS belum cukup. Sebab banyak penderita tinggal di luar tiga daerah ini,” kata dokter spesialis penyakit dalam tersebut.
Jumlah ODHA yang berobat di RSUD Bahteramas kata dr. Yusuf bahkan mencapai ratusan pasien. Apalagi pelayanan ODHA di Sultra hanya dilakukan RS plat merah ini. Namun berapa nominalnya, ia tidak bisa memastikan. Pihaknya hanya melakukan pelayanan. Untuk pendataannya, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang lebih tahu. Yang pasti, semua pasien HIV/AIDS akan dilayani meski akan ada perbedaan penanganan. Sebab ODHA yang melakukan pengobatan ada yang berstatus pasien umum, kartu BPJS kesehatan hingga Jamkesda atau Bahteramas.
“Jadi porsinya disesuaikan dengan kelasnya. Namun untuk pengobatan tidak dibedakan. Sebab obat yang diberikan sama dan gratis, meskipun yang bersangkutan adalah pasien umum. Dengan dibukanya pelayanan ini, penderita HIV/AIDS di daerah bisa ditangani,” pungkas putera mantan Wali Kota Kendari, Antero Hamra tersebut. (b/mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top