RJ Soehandoyo jadi Tersangka Kasus Royalti Emas Bombana – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

RJ Soehandoyo jadi Tersangka Kasus Royalti Emas Bombana

kendaripos.fajar.co.id KENDARI – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Sugeng Djoko Susilo sama sekali tidak terpengaruh oleh nama besar RJ Soehandoyo. Mantan Kapuspenkum Kejagung itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Sultra dalam kasus dugaan korupsi royalti tambang di PT Panca Logam Makmur (PLM). Selain Soehandoyo, yang pernah menjabat sebagai Komisaris PT PLM, jaksa juga menetapkan Tommy Jingga, mantan Direktur PLM sebagai tersangka.

henry-soehandoyo-ok

“Yah dia (Rj Soehandoyo-Red) dan ( Tommy Jingga -Red), tersangka,” tegas Kasipenkum Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH kemarin (22/12). Kabar itu, tak hanya dibenarkan Janes. Kepala Kejati Sultra, Sugeng Djoko Susilo pun juga turut membenarkannya. Menurut Sugeng, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, karena ikut terlibat.

Sementara, Janes mengatakan perolehan nama kedua mantan petinggi PT PLM ini setelah tim penyidik berhasil menemukan dua alat bukti kuat untuk menaikan status mereka dari saksi menjadi tersangka. Meski belum pernah diperiksa sebagai saksi, akan tetapi saksi-saksi yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pemanipulasian hasil produksi emas dan korupsi tak membayar royalti dengan tahun berbeda di PT PLM, mengarah kepada keduanya.
“Untuk Tomy terlibat pada kasus dugaan pemanipulasian data hasil produksi emas pada Tahun 2010-2011.

Sementara Rj. Soehandoyo pada masa kepemimpinannya sebagai komisaris dan Direktur PT PLM Tahun 2012-2015 resmi tak membayarkan royalti pada negara,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kasi Orhada Pidum Kejati Sultra ini.

Lalu dimana keberadaan keduanya sekarang? Jaksa belum memperoleh keterangan keduanya sebagai saksi maupun sebagai tersangka. Sebab, dalam pemanggilan hingga kali kelima saat proses penyidikan berlangsun kepada Tomyy dan Soehandoyo, keduanya tak sekalipun memenuhi panggilan. Namun, keyakinan jaksa setelah memperoleh 15 keterangan saksi pada kasus yang melili Tomy.

Sedangkan untuk Rj Soehandoyo, 16 saksi telah diperiksa, sehingga arah tersangka menunjukan peran mereka. Penetapan tersangka untuk dua pria yang berulang kali terlilit kasus di Polda Sultra ini dipastikan pada Desember baru-baru ini. Sayang, penyidik tidak mau membeber soal waktu dengan rincian yang jelas pada penetapan tersangka kepada yang besangkutan. “Yang jelasnya Desember yah. Kalau soal tanggal berapa, kami tidak bisa beritahu,”katanya

Rj. Soehandoyo bukan kali pertama berperkara hukum. mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung ini bahkan telah ditetapkan sebagai DPO pada kasus penggelapan oleh Polres Bombana. Anehnya, tidak tahu kenapa, pihak kepolisian, seakan tak mengejar Soehandoyo. Nah, dalam kesempatan ini, tim penyidik kejaksaan akan membuktikan, bahwa mantan pejabat utama kejaksaan itu bakal ditemukan dan ditahan.

“Kita sudah tetapkan tersangka. Sekarang tim sudah dibentuk. Sudah juga dilporkan ke Kejaksaan Agung untuk membantu penlacakan keberadaan keduanya,”katanya. Dalam peran Rj Soehandoyo, sesuai aturan undang-undang perseroan terbatas, tidak dibayarkannya royalti kepada negara sehingga Negara merugi, pertangungjawaban hukum mesti diarahkan kepada pimpinan.

Dalam hal ini, Rj Soehandoyo adalah pimpinan perusahaan PT PLM tahun 2012 Maret lalu. Penyidik pun berkesimpulan keduannya layak jadi tersangka. Apalagi beberapa saksi telah memberikan keterangan dan mengarah pada yang bersangkutan. Lalu mengapa keduanya belum pernah diperiksa sebagai saksi, namun dijadikan tersangka?

Janes menegaskan, itu tidak ada masalah. Menurut Janes pendapat penyidik hanya didasarkan sesuai dengan dua alat bukti. Jadi jika dua alat bukti dan sesuai keyakinan penyidik seseorang dapat ditetapkan tersangka. “Tapi sesuai keterangan saksi-saksi pada kasus nmereka juga. Kan, keduanya juga sudah kita panggil berkali-kali, namun tidak patuh,”katanya

Saat ini, jaksa sedang mematok target, bahwa dua mantan petinggi PT PLM ini segera ditangkap. Jaksa telah berkordinasi dengan tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI untuk melakukan penglacakan keberadaan keduanya. Jika, telah terdeteksi, maka tim AMC memberikan informasi kepada Kejati Sultra, setelah itu barulah akan dijemput.

Penelusuran Litbang Kendari Pos, alamat rumah RJ Soehandoyo terkhir tahun 2015 lalu adalah di Jalan Pangrango Giriloka I Blok B 2/20 BSD, RT 001/001, Kelurahan Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang, Provinsi Banten. Di rumah ini, sempat dilakukan penjemputan oleh aparat kepolisian Polda Sultra. (ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top