Palsukan P21 Untuk Membebaskan Tersangka Narkoba, Dua Oknum Polisi Belum Juga Dituntut Jaksa – Hacked by TryDee
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Palsukan P21 Untuk Membebaskan Tersangka Narkoba, Dua Oknum Polisi Belum Juga Dituntut Jaksa

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pemalsuan dokumen perkara yang menjerat dua oknum anggota Polres Kendari, Bripka Arwan dan Briptu Leo belum juga dilakukan. Hingga dua pekan berlalu, masa penuntutan pada keduanya tak kunjung dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kendari. Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Kendari, Muhamad Saleh P, SH pun mengaku menyayangkan lambatnya kerja jaksa yang menunda tuntutan tanpa alasan jelas.

“Kami juga tidak tahu. Majelis Hakim pun heran, kenapa kasus tersebut belum dituntut. Padahal sudah dua pekan,” kata Saleh, kemarin. Dalam kasus tersebut, hakim Pengadilan Negeri Kendari sudah menyidangkan beberapa kali, termasuk memeriksa saksi, Kasipidum Kejari Kendari, La Haja, SH. Pada beberapa pekan, JPU, Tira, SH menunda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Arwan dan Leo tanpa alasan yang kurang jelas. Sebelumnya, dalam pemeriksaan saksi, kedua oknum polisi yang bertugas di Satresnarkoba Polres Kendari telah mengakui perbuatan mereka di hadapan Majelis Hakim Glenny Jacobus Lambert de Fretes, SH, MH. Bripka Arwan dan Briptu Leo memalsukan surat P21 dari Jaksa untuk tiga tersangka penyalahgunaan Narkoba karena masa penahanan akan segera habis.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum Kejari Kendari, Tira, SH yang dikonfirmasi mengaku, tertundanya sidang tersebut karena belum siapnya surat penuntutan. Dia masih menunggu petunjuk karena surat tuntutan itu dibuat pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. “Yang jelasnya, kita masih tunggu petunjuk ya,” kata Tira, Selasa (20/12) lalu. Untuk diketahui, terungkapnya tindak kejahatan dua oknum polisi itu setelah tiga tersangka kasus Narkoba lepas dari tahanan. Mereka memalsukan surat P21 dari Kejaksaan Negeri Kendari, hingga ketiganya dapat keluar dari tahanan. Pihak Polda Sultra telah melakukan penahanan sejak Agustus lalu, setelah pihak Polda yang melakukan penyidikan dan menetapkan mereka menjadi tersangka. Dalam dakwaan jaksa, keduanya dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dan diancam hukuman maksimal enam tahun penjara. (ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top