Pembangunan Pabrik Gula Tertunda di Sultra – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Pembangunan Pabrik Gula Tertunda di Sultra

Dr  Ir Yesna Suwarni M.Sc

Dr Ir Yesna Suwarni M.Sc

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIMeski banyak dilirik investor, pembangunan pabrik gula di Sultra belum bisa direalisasikan. Ketersedian lahan untuk perkebunan tebu menjadi kendala. Empat daerah yang ditunjuk belum bisa menyediakan lahan sesuai keinginan investor. Alhasil, rencana investasi triliunan rupiah batal terwujud. Pasalnya, para investor lebih memilih menunggu. Padahal Pemprov Sultra telah membuka lahan Kebun Benih Induk (KBI) seluas 40 hektar pada tahun 2016 ini.

Sambil menunggu pembangunan pabrik gula, Pemprov Sultra berinisiatif mengembangkan unit pengelolaan gula merah. Pemerintah tak ingin upaya pengembangan industri gula ini mengalami kevakuman. Apalagi pemerintah sudah terlanjur menggelontorkan anggaran. Makanya dalam proses penganggaran 2017, pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 1,267 miliar. Pembangunan unit pengelolahan gula merah akan ditempatkan di Muna, Kolaka, Konawe Selatan dan Bombana.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kualitas Konsumsi Pangan Melalui Gerakan P2KP

“Tahun depan, kita hanya fokus pada pengembangan pengolahan gula merah. Pasalnya, pembangunan pabrik gula kristal di sejumlah daerah sepertinya masih sulit terwujud. Hal ini disebabkan, daerah belum bisa menyiapkan lahan sebagaimana permintaan investor. Jangankan untuk lahan perkebunan plasma, untuk inti saja belum mencukupi,” kata Hj. Yesna Suarni, Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Holtikultura (Disbunhol) Sultra, akhir pekan lalu.

Setiap daerah, pemerintah akan membangun satu unit untuk mengolah hasil panen 40 hektar KBI yang diperkirakan pada bulan Maret 2017. Dengan begitu, hasil panen KBI yang berada di masing-masing kabupaten seluas 10 hektar tidak sia-sia. Pos alokasi anggarannya dibagi menjadi dua. Untuk mesin pengolahan anggarannya sebesar Rp 169 juta sementara bangunan Rp 150 juta.

BACA JUGA :  Membangun Ketahanan Pangan Masyarakat Sultra

“Anggaran yang kami alokasikan Rp 319 juta perkabupaten. Dengan adanya unit pengolahan ini, bisa mendorong kabupaten untuk menyiapkan lahan. Tidak hanya itu, hal ini juga memotivasi para petani atau kelompok. Apalagi komoditi ini sangat potensial untuk dikembangkan. Bukan hanya kondisi alam dan tanahnya yang cocok, namun pabrik pengolahannya pun akan dibangun. Secara ekonomis, akan mendorong pembangunan di daerah,” jelas Kepala Badan Ketahanan Pangan Sultra ini.

Untuk setiap pabrik, idealnya harus didukung sekitar 20 ribu lahan perkebunan. Sementara lahan disiapkan masuk jauh dari harapan. Makanya, ia meminta dukungan semua pihak terutama Dinas Kehutanan dan Badan Pertanahan Nasional. Pasalnya, areal lahan yang akan dikembangkan masuk dalam kawasan hutan produksi dan konservasi. Untuk memanfaatkan lahan, pemerintah harus mengatongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

BACA JUGA :  Masyarakat Belum Memahami Pentingnya Keamanan Pangan

“Di Bombana dan Konsel misalnya, ada beberapa kawasan yang masuk Taman Rawa Aopa. Begitu di Muna dan Kolaka yang masuk hutan produksi terbatas. Dari hasil survey lapangan, para investor ini cukup berminat. Dari data sebelumnya, terdapat enam perusahaan yang berinvestasi untuk pembangunan pabrik gula di Konsel, Muna, Kolaka dan Bombana,” pungkasnya. (Amal)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top