Jelang Pilkades Serentak di Butur, Syarat Pandai Baca Alquran Dihapus – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Buton Utara

Jelang Pilkades Serentak di Butur, Syarat Pandai Baca Alquran Dihapus

abu-hasann

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI-Pemerintah Kabupaten Buton Utara tengah menggodok peraturan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang rencananya bakal digelar serentak, Maret tahun 2017 mendatang. Salah satu pasal yang sebelumnya menuai pro-kontra, yakni peraturan yang mewajibkan calon kepala desa harus pandai baca tulis Alquran, akhirnya resmi dihilangkan. Setelah dilakukan pembahasan bersama terkait peraturan bupati mengenai pencalonan, pemilihan, pengangkatan, pelantikan dan pemberhentian kepala desa masyoritas mengajukan usulan itu harus dihilangkan.

Ketua Tim Perencanaan dan Penyusun Peraturan Bupati Pilkades Kabupaten Buton Utara, Tusar menuturkan, keputusan menghilangkan syarat kemampuan baca tulis Alquran bagi calon kepala desa merupakan kesepakatan bersama. Pria yang bekerja di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa itu tak menampik, adanya regulasi yang mewajibkan calon kepala dasa harus pintar melafadzakan ayat suci Alquran menuai pro kontra.

“Setelah dilakukan pengkajian secara matang, syarat yang mewajibkan kepala desa harus pandai membaca alquran diputuskan secara bersama dihilangkan. Dengan pertimbangan Buton Utara bukanlah daerah khusus yang menerapkan syariat Islam dan cukup syarat yang tercantum beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dinilai sudah dapat mewakili,” ujar Tusar saat ditemui di ruang kerjanya.

Tusar menyebutkan, sebanyak 43 desa tahun depan bakal mengambil bagian dalam penyelenggaraan Pilkades serentak untuk memilih pemimpin mereka yang terbaik. Saat ini, kata Tusar, puluhan desa tersebut masih dijabat pelaksana sementara. “Peraturan Bupati terkait pilkades Buton Utara telah ada di Kabag Hukum Butur. Kemudian, bakal diserahkan ke Biro Hukum Pemrov Sultra untuk dilakukan evaluasi dan setelah itu ditetapkan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Buton Utara membantah, penghapusan syarat calon kepala desa yang mewajibkan harus pandai membaca Alquran bertentangan dengan visi dan misinya untuk mewujudkan aparatur pemerintahan desa yang relegius. Menurutnya, penerapan syarat baca tulis Alquran harus ada Peraturan Bupati khusus yang mengaturnya. Menurutnya, jika syarat tersebut dipaksakan bakal rawan digugat oleh para calon kepala desa dikemudian hari. (hadrian)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top