Laga Berat, Riedl Pakai Strategi 4-2-3-1, Andalkan Counter Attack…. – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Olahraga

Laga Berat, Riedl Pakai Strategi 4-2-3-1, Andalkan Counter Attack….

kendaripos.fajar.co.id BANGKOK – Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl menyebutkan, pertandingan leg kedua final Piala AFF 2016 melawan Thailand, Sabtu (17/12), merupakan laga sangat berat.

053243_972083_suporter_timnas_ger_hl

Sebab, Gajah Perang — julukan Timnas Thailand — adalah tim paling hebat di Asia Tenggara. Dengan begitu, bermain bertahan dengan mengandalkan counter attack cepat akan menjadi pilihannya.

Dalam latihan terakhir tadi malam, pelatih asal Austria itu sepertinya akan bermain dengan formasi 4-2-3-1.

Formasi itu juga yang dia gunakan ketika mereka berhasil menahan imbang Vietnam dengan skor 2-2 di second leg semifnal.

Boaz Solossa akan menjadi target man di lini depan seorang diri dengan dibantukan Stefano Lilipaly di lini tenga serta Rizky Pora dan Zulham Zamrun di sisi kiri dan kanan.

Kecepatan yang dimiliki oleh Fano, juga akan difungsikan menjadi second striker.

Sementara untuk lini belakang, Manahati Lestusen, Bayu Pradana, akan difungsikan sebagai gelandang bertahan untuk transisi menyerang dan bertahan.

Nah, untuk tembok tebal bagi gawang Kurnia Meiga adalah Benny Wahyudi, Hansamu Yama, Fahruddin Wahyudi serta M Abduh Lestaluhu yang bakal mendapat tugas untuk mematikan pergerakan boomber tuan rumah, Teerasil Dangda.

Selama di turnamen ini, Dangda memang sudah mencetak empat gol ke gawang Indonesia. Tiga gol dia lakukan saat di fase grup yang berlangsung di Manila, Filipina, 19 November lalu, serta satu gol lainnya di leg pertama final.

“Saya kira bukan hanya dia (Dangda, Red) yang berbahaya. Tapi, semua pemain mereka yang harus diantisipasi,” kata Manahati.

Di sisi lain, pelatih timnas Thailand, Kiatisuk Senamuang mengatakan, dengan modal kemenangan 2-1 di leg pertama, Indonesia memang akan tampil tanpa beban dalam laga final nanti. Tapi, itu bukan berarti Thailand tidak lagi memiliki kesempatan untuk juara.

“Intinya kami sudah siap untuk bermain lebih bagus dari pertemuan pertama. Karena kami harus juara,” tegasnya. (ben)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top