Wapres Tegaskan Tetap Unas Tahun 2017 – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

Wapres Tegaskan Tetap Unas Tahun 2017

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Tarik ulur penyelenggaraan Ujian Nasional (Unas) 2017 bakal semakin panjang. Sebelumnya Seskab Pramono Anung menegaskan belum ada putusan soal penyelenggaraan Unas tahun depan. Namun Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali memastikan Unas 2017 tetap berjalan seperti biasa. JK berharap masyarakat tidak larut dalam polemik berkepanjangan membahas Unas.

JK menuturkan rapat untuk membahas soal Unas tersebut sudah tuntas. Usulan untuk moratorium atau penghentian sementara Unas itu juga sudah ditolak. Lantaran usulan moratorium ditolak, secara otomatis Unas tetap diadakan pada tahun depan. ”Kan itu aja rumusnya. Karena (moratorium) tidak diterima, ya berarti UN tetap jalan. Logikanya begitu, semua usulan yang tidak diterima ya jalan yang lama,” tegas JK usai meresmikan renovasi Masjid Muhaiminurais kompleks Mako Paspampres, Jakarta siang kemarin (16/12).

BACA JUGA :  Ampat Argumen Mendorong Moratorium Unas

Dia pun menanggapi soal anggapan sebagian besar orang bahwa Unas itu belum diputuskan dan masih dalam terus dikaji diterapkan atau tidak. Dia ingin meluruskan perintah presiden Joko Widodo bukan soal Unas. Tapi, mengenai evaluasi sistem pendidikan secara nasional. ”Evaluasi seluruh sistem pendidikan sebenarnya yang diminta bapak presiden,” ujar JK. ”Evaluasi seluruh sistem pendidikan,” tegas dia dengan nada lebih tinggi.

Sejak awal JK memang getol menyuarakan untuk menjadikan Unas sebagai standar dalam penilaian pendidikan secara nasional. Dari hasil Unas itu akan dijadikan titik pijak untuk perbaikan sistem pendidikan. Sekolah yang nilai siswanya kurang dari rata-rata Unas akan dievaluasi mulai dari sarana, guru, hingga kurikulum.

Selain itu, salah satu yang mendorong JK untuk menjadikan Unas sebagai standar adalah masalah daya saing dengan negara tetangga. Dalam berbagai pertemuan termasuk saat bertemu dengan rektor yang tergabung dalam lembaga pencetak tenaga pendidik dan kependidikan. Dia menuturkan standart kelulusan anak-anak Indonesia masih kalah dengan Singapura dan Malaysia.
Pada pertemuan silaturahmi Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada pekan lalu JK juga kembali menegaskan pentingnya Unas. Siswa akan terbiasa bersaing sejak dini. ”Harus dibiasakan kita bersaing, dibiasakan kita untuk mempunyai kemajuan terus menerus,” ujar JK saat itu.

BACA JUGA :  Tak Hiraukan Penolakkan Pak JK, Mendikbud Ngotot Pengin Moratorium

Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan bahwa ratas lanjutan untuk membahas Unas direncanakan berlangsung Senin (19/12) mendatang. ’’Saya tidak tahu apakah ratas itu untuk memutuskan atau yang lain lagi,’’ ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan kemarin (16/12).

Meskipun demikian, pihaknya sudah menyiapkan kajian yang akan dipresentasikan dalam ratas tersebut. Evaluasi ujian nasional sudah disampaikan kepada presiden, begitu pula dengan kurikulum. Kemudian, pihaknya mengajukan alternatif-alternatif. ’’Selanjutnya terserah Presiden,’’ lanjut Muhadjir.

BACA JUGA :  Tak Hiraukan Penolakkan Pak JK, Mendikbud Ngotot Pengin Moratorium

Dia menjelaskan, dalam proposal yang diajukan pihaknya, sudah ada hal tentang standardisasi nasional, kemudian mengembalikan fungsi ujian sebagai penentu kelulusan, dan ada pula mengenai desentralisasi. Pihaknya sudah berupaya mengakomodir saran dari berbagai pihak, dalam hal ini juga Presiden dan Wapres.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti tetap optimis gagasan moratorium Unas bakal disetujui Presiden Jokowi. Dia mengatakan moratorium Unas itu perlu dilakukan, supaya memberikan waktu bagi Kemendikbud untuk pembenahan kualitas guru. ’’Caranya dengan pelatihan guru,’’ kata dia. (JPNN)

Komentar

komentar

1 Comment

1 Comment

  1. agus supriyanto

    22 Des 16 15:00 at 15:00

    Presiden belum memutuskan tentang moratorium Ujian Nasional tapi kenapa wapres sdh ambil keputusan duluan…kok bisa begitu ya….? aku jadi malu…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top