“Wahai Dunia, Kami Sedang Dibombardir. Mengapa Kalian Diam Saja? Mengapa?” – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Internasional

“Wahai Dunia, Kami Sedang Dibombardir. Mengapa Kalian Diam Saja? Mengapa?”

 DIEVAKUASI DULUAN: Seorang pria membawa nenek dengan kereta dorong menuju ambulans yang akan mengevakuasi warga di kawasan timur Aleppo, Syria, kemarin REUTERS/Abdalrhman Ismail


DIEVAKUASI DULUAN: Seorang pria membawa nenek dengan kereta dorong menuju ambulans yang akan mengevakuasi warga di kawasan timur Aleppo, Syria, Kamis (15/12). Abdalrahman Ismail/Reuters.

kendaripos.fajar.co.id,ALLEPO—Tertunda sehari, evakuasi warga sipil dari Kota Aleppo akhirnya berlangsung Kamis (15/12). Sekitar 5.000 pejuang oposisi bersenjata dan keluarganya akan meninggalkan Aleppo dalam evakuasi tahap pertama. Namun, sebuah insiden mewarnai evakuasi yang melibatkan Palang Merah Internasional (ICRC) tersebut.

Tentara pro-Assad menyerang konvoi ambulans yang bertugas mengevakuasi warga sipil yang terluka dan pasien-pasien rumah sakit Aleppo. Akibat serangan brutal itu, sedikitnya satu orang tewas. ”Mereka menembaki kami dan iring-iringan ambulans. Kelompok sukarelawan di depan kami yang bertugas membuka jalan dan mengawal juga menjadi sasaran tembak,” kata juru bicara pasukan pemadam kebakaran.

Selain menewaskan satu orang, serangan itu mengakibatkan beberapa yang lain terluka. Tapi, insiden tersebut tak membuat proses evakuasi terhenti. Iring-iringan ambulans yang lain tetap melaju. Demikian halnya dengan konvoi sekitar 20 bus pengangkut warga sipil. Dari kantong-kantong oposisi di sisi timur Aleppo, rombongan diungsikan ke Kota Idlib yang menjadi pertahanan utama oposisi Syria.

BACA JUGA :  Evakuasi Warga Alepo Tertunda Lagi, Ini Penyebabnya...

Atas masukan PBB dan ICRC, para pasien dan warga yang terluka menjadi prioritas utama. Kemarin selain 100 relawan, ICRC menyediakan 10 ambulans untuk memperlancar proses evakuasi. ”Setelah mereka yang terluka, anak-anak dan warga yang sebatang kara menjadi prioritas selanjutnya,” ujar Jan Egeland, penasihat kemanusiaan PBB untuk Syria.

Proses evakuasi warga Aleppo bakal makan waktu dua atau tiga hari. Sebab, ribuan atau bahkan puluhan ribu warga terjebak di kota terbesar kedua Syria tersebut. Meski Aleppo yang semula dikenal sebagai kota yang cantik sudah menjadi reruntuhan, tetap masih ada beberapa warga yang memilih bertahan di sana. Pihak berwenang pun tak bisa memaksa mereka untuk mengungsi.

BACA JUGA :  Begini, Aleppo Sebelum dan Sesudah Konflik Empat Setengah Tahun

Seiring berlangsungnya proses evakuasi, asap hitam mengepul di sudut-sudut kota. Sebab, warga yang mengungsi sengaja membakar barang-barang yang tidak bisa mereka bawa masuk ke dalam bus. ”Di halaman depan gedung-gedung yang menjadi tempat tinggal warga ada tumpukan kertas atau pakaian yang dibakar,” kata seorang penduduk Aleppo. Selain itu, mereka menyampaikan salam perpisahan terhadap Aleppo di media sosial.

Kementerian Rusia melaporkan, pihaknya memanfaatkan pesawat-pesawat kecil tanpa awak alias drone untuk memantau proses evakuasi. Mengimbangi aksi Moskow itu, Ankara menerjunkan tim untuk mengawasi evakuasi. Dua pihak pencetus gencatan senjata tersebut berusaha memastikan evakuasi berjalan sesuai rencana. Sebab, warga Aleppo sudah terlalu lama bertahan dalam penderitaan.

”Turki tidak akan membiarkan penduduk Aleppo (menderita, Red) sendirian,” tegas Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagaimana dilansir kantor berita Anadolu. Pemimpin 62 tahun itu mengimbau masyarakat internasional untuk ikut mendukung kelancaran gencatan senjata. Dia juga meminta semua koridor kemanusiaan di republik tepi Laut Mediterania tersebut dibuka. Semua itu dilakukan demi jaminan keamanan dan keselamatan warga.

BACA JUGA :  Begini, Aleppo Sebelum dan Sesudah Konflik Empat Setengah Tahun

Sementara itu, Bana Alabed yang mencuri perhatian dunia karena terus-menerus melaporkan perkembangan Aleppo lewat akun Twitter-nya kembali muncul. Rabu (14/12) dia mengeluhkan minimnya perhatian masyarakat internasional terhadap Aleppo. ”Wahai dunia, kami sedang dibombardir tanpa henti sekarang ini. Mengapa kalian semua diam saja? Mengapa? Mengapa? Mengapa?” tulis Fatemah, ibunda Bana, lewat @AlabedBana.

Fatemah juga mengungkapkan kecemasannya secara langsung kepada Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu lewat Twitter. Dia mengaku punya harapan besar saat pemerintah mengumumkan evakuasi Selasa (13/12). Namun, harapannya sirna saat evakuasi ditunda. ”Teruslah pelihara harapanmu, Saudariku. Turki mendengarkan suaramu,” jawab Cavusoglu dalam cuitannya. (AFP/Reuters/CNN/BBC/hep/c10/any)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top