Prajurit Harus Instrospeksi Diri – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Prajurit Harus Instrospeksi Diri

Inspektur Upacara Peringatan Hari Juang Kartika, Letkol Kav Agus Waluyo (Kasrem 143 Haluoleo) melakukan pemeriksaan pasukan, kemarin (15/12). Prajurit TNI AD diimbau melakukan introspeksi diri dan tetap memperkokoh kemanunggalan dengan masyarakat. Foto: LM Syuhada/Kendari Pos

Inspektur Upacara Peringatan Hari Juang Kartika, Letkol Kav Agus Waluyo (Kasrem 143 Haluoleo) melakukan pemeriksaan pasukan, kemarin (15/12). Prajurit TNI AD diimbau melakukan introspeksi diri dan tetap memperkokoh kemanunggalan dengan masyarakat. Foto: LM Syuhada/Kendari Pos

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI–Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat memperingati hari lahirnya ke 71 tahun, kemarin (15/12). Hari Juang Kartika namanya. Komando Resort Militer (Korem) 143 Haluoleo (HO) beserta jajarannya berkumpul memperingati Hari Juang Kartika tersebut dan dihadiri pimpinan TNI seluruh angkatan serta tamu undangan dari berbagai instansi.

Kepala Staf Korem (Kasrem) 143/HO Letkol Kav. Agus Waluyo, SIP yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan tersebut. Dia membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasdam), Jenderal TNI Mulyono. Dalam sambutan tersebut mengulas, momentum Hari Juang Kartika menjadi wahana untuk mensyukuri apa yang dicapai dan sarana introspeksi diri terhadap aktivitas selama setahun ini. Melalui Hari Juang Kartika, TNI AD harus kembali memantapkan jati dirinya sebagai tentara rakyat. Sebagai tentara pejuang dan sekaligus sebagai tentara nasional. Kata dia, kemanunggalan TNI-rakyat harus terus dijaga dan ditingkatkan guna mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

“Menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat dilakukan melalui pembinaan teritorial di seluruh tanah air. Sejarah telah membuktikan bahwa selama 71 tahun masa pengabdiannya, TNI AD tidak dapat lepas dari rakyat, karena para pejuang terlahir dari rakyat” ungkapnya.

Mantan Dandim 1417 Kendari itu menambahkan, Hari Juang Kartika yang diperingati setiap tahunnya merupakan refleksi peristiwa bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya. Momentum ini mengandung nilai-nilai kebersamaan nyata TNI AD dengan rakyat. Dengan persenjataan yang sederhana dan sarana seadanya, mampu menghadapi pertempuran sengit merebut kemerdekaan dengan hasil yang gemilang. Semua tercapai berkat semangat juang yang tinggi, keuletan, keberanian, sikap rela berkorban dan pantang menyerah.

“Pada tanggal 15 Desember 1945, di Kota Ambarawa, Jawa Tengah, para pejuang pendahulu TNI AD bahu membahu bersama rakyat mempertahankan setiap jengkal tanah dari ancaman musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi. Episode perjuangan yang kemudian dikenal dengan Palagan Ambarawa inilah menjadi titik tolak bagi bangsa Indonesia sehingga pada tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Juang Kartika,” jelasnya. (komar)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top