Space Iklan
Pariwara
HEADLINE NEWS

Buat Status Bom Panci… Eko Patrio Dipanggil Bareskrim, PAN Berang

Eko Patrio

Eko Patrio

kendaripos.fajar.co.id, JAKARTA—Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Umum disebutkan bakal memanggil Anggota Komisi IV DPR, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio.

Diduga pemanggilan Eko untuk mengklarifikasi ucapannya pada media sosial. Adanya pemanggilan ini sendiri dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Agus Andriyanto.

Dia menyebut telah melayangkan surat panggilan ke Eko, pada Rabu (14/12). “Kita sih sudah kasih surat ke dia (Eko). Hanya kan batasnya tiga hari. Kalau dia datang hari ini ya bagus,” kata Agus, Kamis (15/12).

Hanya saat disinggung klarifikasi apa yang hendak ditanyai penyidik, Agus enggan membeberkan secara detail.

Dia perlu berkoordinasi lebih dahulu dengan penyidik yang menangani pemanggilan ini. “Kita bakal layangkan klarifikasi dari ucapan yang disampaikan,” tegas Agus.

Kuat dugaan penyidik meminta Eko datang ke Bareskrim Polri, untuk mengklarifikasi ucapannya soal penangkapan teroris bom panci sebagai upaya pengalihan isu soal penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dikabarkan, Eko dipanggil pada pukul 10.00 WIB hari ini. Namun hingga pukul 11.00 WIB, dia yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta itu belum nampak batang hidungnya.

Sementara, Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto protes lantaran anggotanya, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dipanggil Bareskrim Mabes Polri, Kamis (15/12) hari ini.

Protes itu disampaikan dalam rapat paripurna DPR.

“Ada anggota kami dipanggil pihak kepolisian karena komentarnya di media. Walaupun komentar itu belum tentu benar,” tegasnya saat rapat berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dia mengatakan, pihak kepolisian tidak bisa sembarangan memanggil anggota lembaga legislatif itu.

“Sementara, anggota maupun pimpinan DPR baru bisa dipanggil atas izin presiden. Kecuali (kasus) terorisme dan korupsi,” sebut Yandri.

Hal itu menurutnya perlu disampaikan. Apalagi, komentar anggota DPR dilindungi undang-undang.

Karenanya, Yandri meminta agar kepolisian tidak terlalu reaktif dan progresif terhadap komentar para anggota di lembaga legislatif itu.

“Ini imbauan kami ke pihak Kepolisian,” tegasnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah selaku pimpinan rapat menanggapi protes tersebut. Dia sepakat bahwa pihak kepolisian tidak terlalu reaktif atas komentar yang menjadi hak para anggota DPR.

“Karena anggota dewan, pejabat yang dilindungi konstitusi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Bareskrim Mabes Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Eko yang merupakan anggota DPR Fraksi PAN hari ini. Pemeriksaan akan berlangsung di Gedung KKP Bareskrim pada pukul 10.00 WIB.

Eko akan diminta keterangan terkait penyataannya di media soal pengungkapan bom Bekasi adalah pengalihan kasus Ahok.(dna/elf/JPG)

 


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top