Kepala BPMD Muna Ditahan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Kepala BPMD Muna Ditahan

Kepala BPMD Muna

Kepala BPMD Muna, La Palaka digiring oleh pihak Kejari Muna untuk digebloskan ke tananan.

kendaripos.fajar.co.id, RAHA–-Nazaruddin Saga tak sendiri lagi mendekam di Rutan Kelas II B Muna. Kabid Pemerintahan Desa BPMD Muna yang ditahan lebih awal oleh Kejari Muna itu akan ditemani oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), La Palaka. Penahanan pejabat eselon II Muna itu telah dieksekusi oleh jaksa, tadi malam (13/12), sekira pukul 18.49 Wita.
Mereka ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Muna yang melibatkan 123 kepala desa. Tentu saja penahanan terhadap La Palaka membuat keluarganya sedih. Istri dan anaknya hadir di Kantor Kejari Muna. Mereka saling merangkul. Derai air mata tak tertahankan saat detik-detik proses penahanan dilakukan.

La Palaka, mendatangi kantor Adhyaksa Muna sekira pukul 09.30 Wita. Ia langsung memasuki ruangan Kasie Intel Kejari Muna, La Ode Abdul Sofyan untuk menjalani pemeriksaan. Proses pengambilan keterangan terhadap Kepala BPMD Muna itu berlangsung lama. Dalam prosesnya, istri La Palaka terlihat masuk mendampingi suaminya. Sekira pukul 13.30 Wita, kejaksaan mendatangkan Nazarudin Saga dari hotel prodeo Muna.

BACA JUGA :  Dua Kadis di Muna Diperiksa Jaksa...

Detik-detik akhir sebelum La Palaka ditahan, pihak kejaksaan juga mendatangkan puluhan kepala desa (Kades). Sekira 80 orang hadir di korps Adhyaksa itu. Namun, kehadiran para Kades bukan untuk menyaksikan penahanan La Palaka. Melainkan memenuhi panggilan jaksa untuk menjalani pemeriksaan lanjutan alias dimintai lagi keterangannya terkait dengan adanya indikasi korupsi ADD yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah itu. “Kami masih membutuhkan keterangan mereka (para Kades, red),” ujar

BACA JUGA :  Dua Kadis di Muna Diperiksa Jaksa...

Ld Abdul Sofyan usai melakukan penahanan terhadap La Palaka.
Ia mengungkapkan, penahanan terhadap Kepala BPMD Muna sempat alot. La Palaka menolak menandatangani berita acara penanahanannya. Penolakan tersebut, tentu punya alasan-alasan. Namun, pihak jaksa terus memberikan penjelasan atas kasus tersebut. Dengan begitu, La Palaka bersedia untuk bertanda tangan. “Kami bisa saja mengambil sikap tegas jika tersangka tidak bersedia tanda tangan. Tapi akhirnya, dia bersedia tanda tangan,” ungkapnya.

Kata dia, keengganan La Palaka tidak mau menandatangani berita acara penahanan, karena kepala BPMD itu merasa tidak bersalah dalam kasus studi banding tersebut. Namun, dengan pendekatan persuasif serta komunikasi yang baik, semua berjalan lancar. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama. “Alasannya, biasalah tersangka. Tidak mau. Ada hal-hal tidak merasa bersalah barangkali,” katanya.

BACA JUGA :  Dua Kadis di Muna Diperiksa Jaksa...

Abdul Sofyan juga menjelaskan, persoalan Nazaruddin didatangkan kembali, sebab pemeriksaannya masih berlanjut. Nazaruddin maupun La Palaka meminta untuk didampingi penasihat hukum yang dipilih sendiri. Lalu seperti apa peran La Palaka dalam kasus ADD tersebut? “Itu masalah materi ya. Nanti saja di persidangan,” ujarnya.

Sebelum ditahan, La Palaka meminta pada pihak kejaksaan untuk bertemu dengan putrinya. Sekira pukul 18.30 Wita, putri La Palaka yang masih berusia belia itu hadir di Kejari dan langsung masuk ke ruang Kasie Intel. Berdasarkan pantaun Kendari Pos, terlihat La Palaka bersama istri berpelukan. Suasana diselimuti dengan kesedihan.

Sekira pukul 18.45 Wita, La Palaka terlihat keluar dari ruangan dan menuju mobil tahanan yang terparkir di halaman Kantor Kejari Muna. La Palaka masih menggunakan seragam ASN serta tak memakai rompi tahanan. Dia dijerat pasal 2 ayat 1 UU Tipikor. (ery/b)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top