Rp 10 M Benahi Eks MTQ Square – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Rp 10 M Benahi Eks MTQ Square

Tugu Religi Sultra

Kawasan Tugu Religi Sultra yang terus mendapat perhatian pemerintah provinsi Sultra.

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI-Anggapan jika Pemprov Sultra dalam kendali Gubernur, H. Nur Alam mengabaikan kawasan Eks MTQ Square ternyata tidak benar. Sebab sejak tahun 2013, pemerintah rutin mengalokasikan anggaran untuk menindaklanjuti karya mantan Gubernur Sultra, Ali Mazi. Bukan hanya taman dan gedung di dalam kawasan, namun juga menara persatuan yang menjadi ikon. Namun baru pada tahun 2016 ini, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar, belum termasuk dana yang bersumber dari APBN.

“Saya kira itu keliru. Hingga kini, pemerintah tetap konsen membenahi pelataran eks MTQ Square. Makanya, pembiayaan tidak hanya mengandalkan APBD namun juga APBN. Usulan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir disetujui. Namun dua tahun terakhir, perhatian pemerintah pada konstruksi tugu persatuan,” beber Pahri Yamsul, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sultra saat ditemui akhir pekan lalu.

Secara kasat mata kata Pahri, pengerjaan menara terkesan tidak nampak. Pasalnya, pengerjaan difokuskan pada konstruksi rangka beton. Sebelum masuk pada dinding menara, pemerintah akan memperkuat konstruksi rangkanya. Pada tahun depan, proyek pengerjaan akan dilanjutkan. Makanya, telah diusulkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Anggaran ini tak hanya untuk menara, namun keseluruhan kawasan MTQ.

“Jadi dinding menara yang terbuka itu bukan hilang tapi tengah dilakukan pengerjaan. Hanya karena sebagian besar pengerjaannya di dalam menara sehingga tidak kelihatan. Sebelumnya sempat ada informasi yang keliru,” kata Ketua Pengurus Softball Sultra ini. Pengerjaan proyek ini katanya, bagian perencanaan pemerintah memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH). Apalagi RTH taman kota dianggap sudah tak memadai. Makanya, secara bertahap kawasan MTQ akan dibangun layaknya taman kota.

Dalam tiga tahun terakhir, anggaran yang sudah terserap sekitar Rp 10 miliar. Proses pembangunannya tetap mengacu pada grand desain yang telah direncanakan. “Tidak benar diterlantarkan. Pemerintah tetap komitmen mengoptimalkan aset-asetnya. Salah satunya, merubah kawasan MTQ menjadi RTH. Sebab ruang bagi warga kota untuk berolahraga dan bersosialisasi masih kurang,” tandasnya. (Amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top