Perkara Tersangka Acha Tak Rampung, BAP Ahmad Dirga Juga Dikembalikan Jaksa – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Aneka

Perkara Tersangka Acha Tak Rampung, BAP Ahmad Dirga Juga Dikembalikan Jaksa

Sudiyanto, MH

Sudiyanto, MH

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra tak habis pikir dengan pola kerja penyidik Ditreskrimum Polda Sultra dalam pengusut kasus kematian Abdul Jalil Arkam, staf BNNP. Setelah berkas tersangka Brigadir Muh. Ikhsan alias La Acha yang tak kunjung beres hingga akhirnya bebas demi hukum setelah selama 120 hari ditahan, penyidik kembali memperlihatkan cara penanganan perkara yang sama pada tersangka lain, Briptu Achmad Dirga. Berkas perkara oknum anggota Buser Polres Kendari tersebut sudah dilimpahkan pada tahap pertama ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) beberapa waktu lalu. Namun dari hasil penelitian jaksa, banyak terdapat kekurangan. Syarat materil tidak memuat keterangan tersangka yang mengakui perbuatan dalam melakukan aksi penganiayaan. Juga tak ada pengakuan sama sekali soal siapa yang mengetahui penyebab luka-luka lebam di tubuh almarhum Abdul Jalil.

Sementara syarat formilnya, belum ada dokumen foto luka tembak maupun lebam di wajah korban sebelum maupun sesudah meninggal sesuai hasil visum kedua dari RS Bhayangkara Kendari. Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sultra, Sudiyanto, MH pun geleng-geleng kepala dengan model berkas tersebut. “Sama sekali tidak layak untuk dimajukan ke penuntutan. Carilah saksi ataupun pihak yang mengetahui penyebab luka-luka lebam korban, seperti petunjuk yang kami berikan pada berkas Muh. Ikhsan alias Acha beberapa waktu lalu,” sindirnya, Selasa (13/12).

Ia menjelaskan, berkas Ahmad Dirga dipisah (split) dan tidak digabung dengan perkara Acha. Ia pun tidak mengerti maksud penyidik memisahkan berkas tersebut. Sudiyanto mengungkapkan, dalam kasus itu, Muh. Ikhsan mengakui bahwa dia yang menembak, sementara di BAP, Dirga tidak mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan. Sementara dia disangka melanggar pasal 170, 351 dan 359 jo pasal 55 KUHP. “Kita suruh cari, siapa yang menyebabkan luka lebam pada korban. Ini mana, tidak ada sama sekali yang mengaku tahu,” sambung Sudiyanto sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Akhirnya, ia menegaskan, berkas perkara itu akan secepatnya dikembalikan untuk segera dilengkapi oleh penyidik Polda. Polisi diberi waktu 14 hari untuk melengkapi berkas lalu melaporkan perkembangan penyidikannya. Untuk diketahui, ternyata Polisi tidak hanya menetapkan Muh. Ikhsan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya staf BNNP Sultra, namun juga anggota Buser Polres Kendari lainnya bernama Achmad Dirga Amiluddin alias Dirga. Berkasnya telah masuk di kejaksaan pada tanggal 25 November lalu dengan nomor Pol : BP/91/IX/2016/Dit Reskrimum. (ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top