Makna Gampa Aceh Telah Tercatat Dalam Manuskrip Kuno – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Makna Gampa Aceh Telah Tercatat Dalam Manuskrip Kuno

TENTANG GEMPA: Kolektor mansukrip muda Aceh, Masykur menunjukkan sebuah tulisan yang menjelaskan tentang makna gempa Aceh. Hal itu tertulis dalam naskah kunonya, Sabtu (10/12). ARIFUL USMAN/RAKYAT ACEH

TENTANG GEMPA: Kolektor mansukrip muda Aceh, Masykur menunjukkan sebuah tulisan yang menjelaskan tentang makna gempa Aceh. Hal itu tertulis dalam naskah kunonya, Sabtu (10/12).
ARIFUL USMAN/RAKYAT ACEH

kendaripos.fajar.co.id,BANDA ACEH—Sebagai daerah yang banyak menyimpan naskah kuno (manuskrip), Aceh sepertinya sudah akrab dengan gempa bumi.

Bahkan gempa itu telah dicatat oleh para ulama yang menulis dalam manuskrip yang berusia ratusan tahun. Dengan seringnya gempa melanda tanah rencong ini, sehingga para ulama pada zaman dahulu telah menuliskan apa makna dari setiap gempa itu.

Sebagaimana dengan naskah kuno yang dimiliki Masykur Bin Syafruddin (17), warga Pidie Jaya, Aceh. Di dalam manuskrip yang dimilikinya, para ulama zaman dahulu telah menyebutkan apa makna setiap gempa yang terjadi.

“Aceh memang daerah yang dekat dengan gempa, bahkan dalam kitab ini, ulama masa silam sudah mencatat kejadian-kejadian yang terjadi usai gempa,” kata Masykur yang dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Senin (12/12).

Dari manuskrip tua yang ditulis ulama pada tahun 1700-an M dan abad 18 M menyebutkan,

“Gempa subuh lalu, itu tercatat dalam tujuh manuskrip -kitab kuno yang saya punya, bahwa akan terjadi kelaparan di dalam negeri.

Sebagaimana diketahui gempa yang terjadi Rabu 7 Desember 2016 terjadi pada subuh hari. Di dalam kitab yang dimilikinya itu disebutkan, kalau gempa terjadi pada waktu subuh, bulan rabiul awal, maka alamatnya lapar isi negeri.

“Dan jika pada waktu duha sampai siang, alamatnya orang jauh akan datang ke negeri ini. Dan jika gempa pada waktu ashar, maka banyak anak-anak akan mati, dan segala binatang pun mati, dan jika pada waktu isya, maka alamatnya tidak baik, maka hendaklah memberi sedekah kepada fakir dan miskin,” Masykur membacakan isi salah satu manuskripnya. (rif/iil/JPG)

Ini dicatat karena di masa silam, pernah mengalami hal yang serupa,” jelasnya.

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top