SADIS! Gadis Koltim Dimasukkan ke Drum, Lalu Dibuang di Tepi Kali – Kendari Pos Online
HEADLINE NEWS

SADIS! Gadis Koltim Dimasukkan ke Drum, Lalu Dibuang di Tepi Kali

Tersangka Sulfian memeragakan caranya membawa jasad Verawati yang disimpan dalam drum untuk dibuang ke tepi kali Tinggololi. KAMARUDDIN D/KENDARI POS

Tersangka Sulfian memeragakan caranya membawa jasad Verawati yang disimpan dalam drum untuk dibuang ke tepi kali Tinggololi.
KAMARUDDIN D/KENDARI POS

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Sulpian (29), pelaku pembunuhan terhadap sepupunya sendiri, Verawati (19) kembali memeragakan caranya menghabisi nyawa gadis asal Desa Tokai, Kecamatan Poli-polia, Kolaka Timur (Koltim) itu. Saat tiba dari Bandara Haluoleo, Sabtu (10/12) usai ditangkap di Gorontalo, sekitar pukul 9.45 Wita Sulfian langsung dibawa pihak Polres Kendari ke jalan Tinggololi, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, lokasi penemuan jasad Vera.

Di perumahan Graha Asri Lampareng, Blok B-2 tempat ia menghabisi nyawa anak pertama Fajar itu terlihat pucat dengan tatapan kosong. Ia lalu mulai memeragakan bagaimana cara ia memerkosa korban lalu membuangnya di semak-semak.
Sulfian mengaku, Minggu (4/12) lalu pukul 9.00 Wita, ia bersama kerabatnya bernama Sarpin menenggak minuman keras usai bekerja merenovasi rumah Marianti, tante korban di Jalan Mekar Jaya I, Kadia. Almarhumah menelepon suami Marianti untuk menjemputnya di sebuah kamar kos temannya di Lorong Torada, Wuawua. Marianti yang melihat Sulfian, langsung menyuruhnya menjemput korban.

Pukul 14.00 Wita, Sulpian pergi menjemput Verawati. Namun sebelum mengantar ke rumah pamannya, pelaku mengajak korban ke rumah Sarpin yang juga keluarga korban dengan alasan untuk mengambil uang. Sarpin yang berada di rumah tiba-tiba meninggalkan mereka berdua karena ada urusan mendadak di Morosi. Beberapa menit kemudian korban yang merasa gerah, masuk ke kamar mandi dan keluar hanya mengenakan handuk. “Mungkin saya sedang mabuk. Saat Vera keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, saya refleks memeluknya dari belakang,” kata Sulfian saat reka ulang.

Kaget dengan kelakuan sepupunya itu, korban langsung melakukan perlawanan dan menggigit pelaku. Sulfian lalu mencekik korban hingga tak sadarkan diri, dan menyeret ke kamar mandi hingga kemudian leluasa menyetubuhi wanita tersebut. Sulfian yang mengetahui korban tak bernyawa lagi lalu membungkus tubuh Vera dengan selimut berwarna biru dan memasukkannya ke drum. “Saya bingung mau buang di mana. Saya kasih masuk kepalanya lebih dulu,” sambung pelaku.

Selanjutnya pria yang diketahui sudah menikah tersebut memantau situasi di luar rumah yang ketika itu hujan. Ia kemudian mengambil seluruh barang-barang korban dan memasukkan ke dalam karung dan menyimpannya di drum berisi mayat. Tepat pukul 16.15 Wita dengan kondisi cuaca hujan lebat dan gelap, ia mengeluarkan drum tersebut dan menggelindingkan ke kali, di mana korban ditemukan pertama kali oleh Pangulu (65) warga setempat.

“Setelah sampai di kali, saya menyeret drum itu. Kaki korban sempat keluar tapi saya ikatkan pake kabel charge handphone. Pada saat itu juga air kali mulai tinggi, lalu saya tutupkan rumput-tumput,” katanya. Sekitar pukul 17.00 Wita, Sulfian kembali ke rumah dan mengambil handphone milik Vera dengan terlebih dahulu melepas kartu SIM dan menyimpan di dalam kantong celananya. Setelah itu Sulfian keluar rumah dan berkeliling Kota Kendari menggunakan motor. Pukul 18.30 Wita, Sulfian mengaku sempat menenangkan diri di sebuah halte dekat Kantor Gubernur Sultra. “Saya bingung kenapa saya berbuat begini. Saya di sana sampai jam 21.00,” katanya.

Setelah dari halte, Sulfian kembali ke rumah dan langsung memarkir motornya di belakang. Pelakupun kembali ke lokasi pembuangan untuk melihat jasad Vera. Kemudian pelaku mengeluarkan Wera dan memikul jasadnya hingga ke kebun warga. Namun karena takut ketahuan, pelaku akhirnya membuang di semak-semak tepi kali. Untuk menghilangkan jejak, pelaku mengambil barang-barang Verawati yang masih berada di dalam drum kemudian dibuang di jembatan Lorong Kharisma II, Kelurahan Kambu. “Drumnya saya bawa kembali di belakang rumah. Selimut dan charge HP saya lupa ambil,” tandasnya.

Kapolres Kendari, AKBP Sigid Haryadi yang dikonfirmasi mengatakan, atas perbuatannya itu, Sulfian akan dijerat dengan pasal 338, 285, dan 351 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Pelaku akan menjalani proses hukum untuk memertanggungjawabkan perbuatannya karena menghabisi nyawa keluarganya sendiri,” ujarnya. (kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top