Diduga Salah Gunakan Dana Desa, Kades di Konsel Mulai Diintai Jaksa – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Konawe Utara

Diduga Salah Gunakan Dana Desa, Kades di Konsel Mulai Diintai Jaksa

Kajari Konsel, Abdillah saat bertandang ke Kendari Pos. Abdilah bersama sejumlah pejabatnya diterima Dirut Irwan Zainuddin, Pimpred Hasanuddin dan redaktur Kendari POs.

Kajari Konsel, Abdillah saat bertandang ke Kendari Pos. Abdilah bersama sejumlah pejabatnya diterima Dirut Irwan Zainuddin, Pimpred Hasanuddin dan redaktur Kendari POs.

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Anggaran Dana Desa (ADD) kini jadi “mainan” baru para kepala desa. Yang amanah, duit dipakai membangun desanya. Sebaliknya, ada juga Kepala Desa yang gelap mata begitu melihat duit banyak. Alih-alih dipakai membangun fasilitas dan infrastruktur di kampungnya, uang itu justru disalahgunakan. Bahkan ada kasus ditemukan, dana desa dipakai jadi mahar menikah lagi.

“Sekarang kami lagi melakukan penyidikan soal ADD di Konsel ini, karena kami terima informasi banyak kepala desa yang nakal. Salah pakai dana desa ini,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe Selatan, Abdillah SHMH, saat mengajak jajarannya berkunjung ke Graha Pena Kendari Pos, Jumat (9/12) malam. Ia menambahkan, banyak modus baru dari para pengelola dana desa guna mengakali penyalahgunaan anggaran desa itu.

Abdillah mencontohkan, demi cairnya dana, aparat desa berani membuat laporan pertanggungjawaban yang sempurna. Ada programnya, administrasinya lengkap, dan seperti benar-benar pernah ada kegiatan. Tapi setelah ditelusuri, terungkap bahwa itu fiktif. Bahkan kasus terbaru lebih unik lagi, karena dana desa justru dipakai menikah.

“Ada Kades kami panggil, tiba-tiba menghilang. Setelah dilacak, ia desa lain dengan alasan cari dokumen pertanggungjawaban. Kami kejar, ternyata fakta baru muncul. Kades ini menikah lagi, dan seminggu kemudian, istri barunya ia tinggalkan. Mungkin tahu kalau sedang dicari jaksa,” kata Abdillah. Ia menegaskan, modus-modus penyalahgunaan dana desa inilah yang sekarang disidik serius jaksa.

Mendengar penjelasan Kejari Konsel ini, Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin yang menyambut langsung tamunya itu, menimpali bahwa Kendari Pos sudah menyiapkan sebuah program, dan berharap Konsel bisa jadi pilot projetnya, yakni jaksa masuk desa. Nantinya, Kendari Pos bersama jaksa yang ditunjuk bersama-sama member edukasi ke perangkat desa, mengenai mekanisme pengelolaan dana desa yang bebas jerat hukum.

“Termasuk, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai prosedur pelaporan bila menemukan dugaan pelanggaran di desanya,” kata Irwan. Ia berharap, program tersebut bisa terwujud mengingat potensi penyalahgunaan dana desa semakin besar. Ini juga salah satu bentuk peran Kendari Pos dalam rangka mencegah terjadinya perilaku korupsi.

Harapan itu disambut baik Abdillah. Apalagi, penyalahgunaan dana desa memang menjadi salah satu kekhawatiran Bupati Konsel, Surunuddin. Kemarin, kata Abdillah, usai menggelar upacara hari anti korupsi, Bupati meminta pada jaksa agar mengingatkan dapat mengingatkan kepala desa dan sejumlah perangkat desa terkait bahaya korupsi. Soalnya sekarang bukan SKPD saja yang mengelola anggaran. “Program jaksa masuk desa itu kami dukung. Dan lebih bagus bila disinergikan dengan Pemda, lewat bagian hukumnya,” kata jaksa yang sudah tiga tahun lebih bertugas di Konsel itu.

Ia berharap Kendari Pos dapat membantu untuk memberikan informasi terkait dengan adanya tindak pidana korupsi, khususnya yang terjadi di Konsel. Ia juga meminta maaf bila institusinya mungkin dianggap tidak terbuka dalam memberi informasi terkait pengusutan kasus korupsi. “Tidak ada tujuan untuk menyembunyikan. Kami juga mendapatkan warning dari pimpinan kami. Pasalnya, kalau kita berbicara keluar bisa mempengaruhi jalannya penyidikan itu sendiri,” katanya.

Pertemuan antara Kejari Konsel dengan Kendari Pos semalam berlangsung hamper sejam. Selain Kajari, beberapa pejabat Kejari Konsel juga hadir. Mereka adalah Ramadhan (Kasi Intel), Zulkarnain Arif (Kasi Pidsus), Tikori (Kasubag Bin), Muhammad Kasat (Kasi Pidum) dan Supriadi (Kasi Datun). Sedangan Dirut Kendari Pos, didampingi Pempred, Hasanuddin, Wakil Direktur, Agus Tranhadi dan jajaran redaktur Kendari Pos.(yogI)

Komentar

komentar

1 Comment

1 Comment

  1. Darul Azis

    12 Des 16 18:38 at 18:38

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top