Sri Mulyani Ancam Banker, Gara-garanya… – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Ekonomi & Bisnis

Sri Mulyani Ancam Banker, Gara-garanya…

grafis jawa pos

grafis jawa pos

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Meski peran bank begitu penting dalam tax amnesty, ternyata masih banyak banker yang belum berpartisipasi. Berdasar data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, masih banyak komisaris dan direktur bank yang belum mengungkapkan harta. Hal itu membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati geram.

”Saya meminta IBI (Ikatan Bankir Indonesia) mencabut sertifikasi kalau ada banker yang tidak ikut tax amnesty,” katanya di sela seminar Facing Global Challenges for Better Economic Growth in 2017 di Jakarta, Jumat (9/12).

Total, jumlah direktur dan komisaris bank di Indonesia mencapai 963 orang. Dari 376 komisaris bank, baru 161 atau 43 persennya yang mengikuti tax amnesty. Sementara itu, dari 587 direksi bank, hanya 177 orang atau 30 persen yang mengikuti program tersebut.

Uang tebusan 161 komisaris bank peserta tax amnesty cukup besar, yakni Rp 1,07 triliun, sedangkan uang tebusan direksi bank Rp 273,6 miliar. Ani, sapaan Sri Mulyani, menuturkan, dari 963 direktur dan komisaris bank, hanya 87,5 persen yang menyerahkan surat pemberitahuan (SPT) ke Ditjen Pajak.

Dia pun cukup prihatin dengan kenyataan bahwa 70 persen direksi bank tidak mengikuti tax amnesty. Absennya jajaran komisaris dan direksi bank dalam tax amnesty bisa saja disebabkan penyampaian SPT yang sudah benar atau tidak adanya harta yang perlu direpatriasi. ”Tapi, saya nggak yakin. Ceritanya nggak ketemu saja. Itulah yang membuat saya prihatin,” jelasnya.

Dia pun mengimbau jajaran komisaris dan direksi bank-bank di Indonesia mau mengungkapkan dengan jujur jumlah harta mereka. Jika tidak, Ani menegaskan, banker bakal membayar mahal. ”Segera ikut tax amnesty. Anda pasti akan lega setelah mengikutinya. Kalau tidak, kami tetap memeriksa banker. Kami punya datanya,” katanya.

Meski begitu, Ani tetap yakin pada Desember 2016 ada potensi dana masuk Rp 42 triliun dari tebusan amnesti pajak. Dana tersebut akan mendorong penerimaan amnesti pajak menjadi Rp 102 triliun.

Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk Raden Pardede menyatakan, jumlah keikutsertaan banker dalam tax amnesty terus bertambah. Namun, dia juga paham bahwa tidak semua banker merasa perlu melapor secara khusus ke Ditjen Pajak. Apalagi jika harta yang dilaporkan selama ini sudah benar.

”Mungkin masih ada beberapa banker yang akan mengikuti tax amnesty tahun ini. Saya yakin teman-teman di sini terpanggil untuk berpartisipasi.” (rin/c5/sof)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top