Paket Sabu di Kargo Bandara Disita, Pemiliknya Kakak Beradik – Kendari Pos Online
Hukum & Kriminal

Paket Sabu di Kargo Bandara Disita, Pemiliknya Kakak Beradik

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– ZL dan A ditahan aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra setelah kakak beradik tersebut dinyatakan positif menggunakan Narkoba. Penangkapan pertama dilakukan pada ZL di terminal Kargo Bandara Haluoleo saat hendak mengambil paket dus sepatu, Kamis (8/12) pukul 17.50 Wita. Namun setelah dilakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut, BNNP mendapatkan satu paket sabu di dalam dus berwarna hitam tersebut.

bnnp-amankan-paket-di-cargo-bandara-berisi-sabu-komr-2

Kabid Pemberantasan BNNP Sultra, AKBP Karim Samandi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (9/12) mengungkapkan, penangkapan dilakukan atas koordinasi pihaknya dengan BNNP Sulawesi Selatan, Bea Cukai Bandara Hasanuddin dan Polres Maros. “Jadi awalnya barang tersebut terindentifikasi di Bandara Makassar oleh pihak Kargo, namun tidak diambil. Mengetahui barang tersebut tujuannya ke Kendari, pihak BNNP Sulsel menghubungi kami dan memberitahu bahwa ada barang yang dicurigai sabu-sabu dalam paket tersebut,” jelas Karim Samandi, kemarin.

Setelah itu, pihak BNNP Sultra langsung mendatangi terminal Kargo Bandara Haluoleo pada pukul 15.20 Wita hari itu. Tepat pukul 17.50 Wita, terlihat Zl yang mengenakan kemeja hitam bercorak kembang dengan mengendarai mobil Avanza Silver mengambil paket tersebut. Penyidik yang memantau pelaku langsung mendekati mahasiswa salah satu perguruan tinggi itu dan menyuruh membuka paket. “Setelah dibuka, paket dengan dus sepatu itu berisi sandal jepit hijau dan di bawahnya satu paket sabu diperkirakan seberat lebih dua gram,” kata mantan Kabidhumas Polda Sultra itu.

ZL pun langsung digiring ke BNNP untuk pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa jam kemudian, pemuda berinisial A datang menjenguk. Namun dari gerak geriknya, adik kandung ZL tersebut dicurigai terlibat. Dari hasil pemeriksaan tes urine, A juga positif sebagai pengguna sabu-sabu dan langsung ditahan. “Pelaku membeli sabu di Makassar karena harganya murah. Hanya Rp 1,3 juta. Sedangkan di Kendari, sudah Rp 2 juta per paket. Mereka masih dalam pemeriksaan, apakah sebagai bandar, pengedar atau hanya pengguna,” tandas Karim Samandi. (b/kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top