Hmm….400 TKA Morosi Masih Pakai Visa Kunjungan – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Hmm….400 TKA Morosi Masih Pakai Visa Kunjungan

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Spekulasi soal berapa jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), di Morosi mulai menemui titik terang. Di perusahaan itu, ternyata lebih dari 600 orang asing bekerja. Parahnya, 400 diantaranya justru hanya menggunakan visa kunjungan, dan tidak mengantongi izin dari Kementrian Tenaga Kerja. Kesimpulan ini diperoleh Kantor Imigrasi Kendari, yang dua hari lalu berkunjung ke kompleks perusahaan tersebut.

morosi-1

Tim yang dipimpin kepala bidang pengawasan dan penindakan Keimigrasian (Waskadim), Ruspian Effendi itu menemukan fakta bahwa hanya 200 orang yang legal bekerja sebagai TKA. Sebelum masuk lokasi, tim yang berjumlah empat orang dengan menggunakan mobil patroli Imigrasi sempat ditahan. Namun setelah memperlihatkan surat perintah, mereka pun dibolehkan masuk.

Pihak Imigrasi yang mengunjungi kompleks mega industri itu, disambut Yuda, yang menyebut diri sebagai penanggung jawab TKA yang bekerja di PT DVNI. Yuda kemudian menunjukkan seluruh dokumen TKA yang bekerja di proyek tersebut. Dari data yang ada jumlah TKA yang bekerja di Morosi itu 600 orang. 200 TKA telah memiliki ijin tinggal, 200 TKA masih dalam proses permohonan untuk pembuatan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas), dan 200 sisanya masih menggunakan visa kunjungan.

Namun Yuda meyakinkan pihaknya akan membekali seluruh pekerja asing dengan ijin tinggal sesuai dengan aturan Keimigrasian. “Jujur, untuk mengurus Kitas itu sangat sulit, setiap perusahaan hanya diberi kuota 100 TKA dalam pembuatan kitas. Itupun kadang permohonan kami tidak diterima, kami sangat kesulitan dengan hal tersebut. Kementrian Tenaga Kerja yang mempunyai wewenang terhadap hal tersebut seakan-akan menyulitkan kami. Kalau untuk mengurus kitas semua TKA kami sanggup, tetapi Birokrasinya mempersulit kami,” katanya.

Yuda menjelaskan salah satu peraturan yang harus diikuti oleh TKA yang bekerja di area industri di Desa Morosi, Kecamatan Bondoala Kabupaten Konawe itu, yaitu para TKA tidak boleh keluar area smelter. Kecuali pada pukul 19.00 sampai 21.00 WITA, dan bila pada waktu yang telah ditentukan para TKA harus kembali ke area smelter.

“Kami ada SPO, untuk para TKA, kalau mereka melanggar kami akan pulangkan, sudah ada beberapa dan beberapa waktu lalu telah ada kami pulangkan karena membuat keributan, dan kami langsung pulangkan. Terus ada juga yang pernah, diduga melakukan asusila kami sudah pulangkan juga,” paparnya.

Usai memberikan pemaparan seluruh dokumentasi TKA, Yudi mengajak tim Imigrasi untuk keliling di seluruh sudut kawasan proyek pembangunan smelter. Gerak-gerik pihak imigrasi ini diawasi ketat dua orang anggota Brimob bersenjata lengkap. Kemanapun para personol imigrasi melangkah, terus diikuti, bahkan sampai saat melakukan pemantauan ke mess pekerja. “Ada 6 anggota Brimob yang berjaga plus 110 Satpam dari warga lokal,” kata Yuda.

Sayangnya, selama pemantauan yang dilakukan imigrasi, tidak terlihat ada aktivitas kerja para TKA. Mereka bahkan terkesan menghindar dari amatan imigrasi. Ada yang terlihat bergegas menjauh kala didekati. Apalagi memang, saat itu sedang jam istirahat. Petugas Imigrasi juga diajak melihat mess WNA yang masih berada di dalam kawasan industri itu. Mess itu seperti kos-kosan dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Tiap kawasan beberapa papan informasi yang didalam papan tersebut berisi bahasa Indonesa dan bahasa Mandarin.

Kasub Bidang Wasdakim Ruspian Efendi, yang diwawancarai usai melakukan pengecekan memperingati pihak perusahaan agar segera melengkapi seluruh dokumen para TKA, tidak boleh ada lagi yang menggunakan visa kunjungan. Pihak imigrasi akan membuat surat perjanjian dengan pihak Virtu Dragon yang isinya bahwa seluruh TKA, Januari 2017 nanti sudah sudah mempunyai ijin tinggal.

“Kalau tidak penuhi akan kami deportasi. Kami masih memberi kebijakan agar segera melengkapi seluruh dokumen TKA, dan kalau tidak tepat waktu akan kami lakukan tindakan tegas. Kami minta pihak Virtu agar tidak menambah TKA-nya, selagi belum melengkapi dokumen TKA yang sudah ada. Kami akan melakukan tindakan tegas bila ini tidak dipatuhi,” tegasnya.

Ruspian Efendi juga berjanji akan kembali lagi ke Virtu Dragon, namun bukan untuk melakukan pemeriksaan lagi terhadap TKA di dalam area smelter. Tetapi pihaknya akan kembali untuk melakukan razia di Desa Morosi, karena menurut isu yang beredar banyak WNA dan TKA yang kos diluar Virtu, dan menurut pengakuan pihak Virtu Dragon, para WNA dan TKA yang kos atau tinggal di luar kawasan adalah illegal.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan, informasi yang kami terima dari masyarakat pasti akan kami tindak lanjuti. Para WNA dan TKA yang melakukan penaggaran yaitu melanggar aturan keimigrasian pasti akan kami tindak, kalau terbukti kami akan deportasi dan pencekalan dan kalau bisa kami pidanakan,” lanjutnya. (kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top