Prabowo Perintahkan Anak Buah untuk Hati-Hati – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Nasional

Prabowo Perintahkan Anak Buah untuk Hati-Hati

kendaripos.fajar.co.id JAKARTA – Rachmawati Soekarnoputri dan Eko Suryo Sandjojo merupakan dua kader Partai Gerindra yang ditangkap pihak kepolisian terkait dengan isu makar. Partai Gerindra memilih untuk memantau dulu proses hukum terhadap keduanya.

Capres Prabowo Subianto membalas salam hormat dari seorang polisi cilik yang digendong ayahnya untuk bertemu Prabowo usai nyoblos di TPS 02 Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/7). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

Sikap tersebut merupakan arahan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.”Kami juga disuruh hati-hati dalam bersikap,” ungkap Wakil Ketua Umum Gerindra Desmond J. Mahesa di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin (8/12).

Karena hal itu pula, dia berharap aparat bekerja secara proporsional sesuai ketentuan hukum. Pihak kepolisian, lanjut dia, tidak boleh mengada-adakan persoalan.

”Pembuktiannya tidak boleh dipaksakan. Jadi, kami tunggu dulu proses yang dijalankan atas tuduhan-tuduhan itu,” tegas wakil ketua komisi hukum DPR tersebut.

Kemarin dini hari polisi menangkap satu orang lagi. Yaitu, Direktur Eksekutif Institut Ekonomi Politik Soekarno-Hatta (IEPSH) Hatta Taliwang.

Meski termasuk yang ikut dalam pertemuan-pertemuan bersama sejumlah tokoh dan aktivis yang telah ditangkap lebih dulu tersebut, mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu untuk sementara dijerat dengan UU ITE.

Salah satu status di akun media sosialnya dianggap bisa menimbulkan kebencian terhadap golongan tertentu.

Terkait dengan hal tersebut, mantan Ketua Komisi I Mahfudz  Sidik mengingatkan agar UU ITE tidak diterapkan secara serampangan.

Menurut dia, jika saat ini pelanggaran dan sanksi pidana yang ada hendak digunakan secara gebyah uyah, akan ada ribuan netizen yang bakal masuk penjara.

”Baik dari kalangan yang pro maupun kontra (pemerintah, Red). Tidak berhenti di situ, ribuan orang lainnya juga akan saling melaporkan,” ucap anggota DPR dari Fraksi PKS tersebut. Menurut dia, lebih baik pemerintah mulai mengintensifkan edukasi kepada masyarakat luas tentang penggunaan internet yang benar dan baik.

Meski UU ITE memang telah mengatur sejumlah bentuk pelanggaran berikut sanksi pidananya, belum saatnya menerapkannya secara menyeluruh. Apalagi, imbuh dia, masih ada perkara Ahok yang belum benar-benar tuntas sampai saat ini.

”Coba buka lagi social media, semua pihak kena sasaran perang opini dan informasi. Bukan hanya presiden, Kapolri, atau Ahok, tapi juga Habib Rizieq, Bachtiar Nasir, dan lain-lainnya. Apa mau saling lapor?” imbuh dia. (dyn/c11/fat)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top