Kado Pahit Buat Koruptor di Hari Anti Korupsi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Kado Pahit Buat Koruptor di Hari Anti Korupsi

Kajati Sultra : Tahan Semua Tersangka, Biar  Tidak Masuk Angin

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Hari anti korupsi internasional yang jatuh hari ini, 9 Desember 2016, disambut jajaran korps Adhyaksa di Sultra dengan menunjukan prestasi. Kajati Sultra, Sugeng Djoko Susilo memerintahkan para bawahannya di daerah untuk segera menahan semua tersangka korupsi yang perkaranya tengah disidik.

kajati-ok

 

“Biar tidak masuk angin. Ini juga jadi kado kita di hari anti korupsi tahun ini,” kata Sugeng, di kantornya, kemarin.
Perintah itu langsung dilaksanakan. Paling baru, yang dilakukan sore kemarin (8/12) oleh Kejari Konsel, dengan menahan dua anggota KPU yang diduga korupsi. Tidak hanya di Konsel, di Kolaka juga ada, Muna, Kendari dan di Baubau. “Di Baubau, yang banyak yakni 8 orang. Di Muna 6 orang, Kolaka 1 orang, Kejati 3 orang. Daerah lain belum ada,” katanya.

Pernyataan soal banyaknya tersangka yang ditahan di Baubau, seiring dengan laporan yang diberikan jaksa di daerah itu. Selama tahun 2016 tercatat ini, ada 11 kasus korupsi yang ditangani, yang berasal dari dua daerah yaitu Bombana dan Kota Baubau. “Rata-rata kasus korupsi yang kami sedang tangani adalah Bombana dan Kota Baubau. Yang mana kedua daerah itu masuk dalam wilayah otoritas Kejari Baubau,” kata Kepala Kajari Baubau, Rasul Hamid melaui Kasi Pidsus, Hendra Busrian, kemarin.

Mirisnya, para pelaku korupsi tersebut adalah mereka yang memiliki jabatan tinggi atau menduduku jabatan strategis di pemerintahan. Misalnya, mantan Kepala BKD Bombana dalam kasus penerimaan PNS K2 2011 silam. Mantan Bendahara Keuangan Sekretariat Kabupaten Bombana, Isman Sarin atas kasus pencairan APBD Bombana 2009-2010. Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Baubau Amiruddin atas perkara pungli Pelabuhan Veri di Jembatan Batu, dll.

“Saya juga miris. Padahal kita (Kejari, red) telah melakukan berbagai sosialisasi dengan turun langsung ke setiap daerah, agar menjauhi dan tidak melakukan korupsi. Namun tetap saja, perbuatan melanggar hukum itu dilakukan. Menurut saya, perbuatan korupsi itu dilakukan karena nafsu. Mereka tidak puas atas apa yang telah didapatkan. Sehingga selalu menginginkan yang lebih. Atau tidak, memang dasarnya mereka memiliki pribadi korup. Makanya susah dihilangkan,” kata Rasul Hamid melalui Kasi Tibsus, Hendra Busrian.

Sedangkan di Kabupaten Buton, selama kurun waktu 2016, tercatat ada enam perkara yang ditangani. Bahkan sudah ada yang ke tahap penyelidikan bahkan ada yang sudah ketahap penuntutan/eksekusi. “Sayapun juga merasa miris dengan ulah oknum peyelengara negara kita. Kami sudah berusaha dengan cara prefentif agar bisa meminimalisir terjadinya kasus korupsi di Sultra khususnya Buton dan Buteng,” kata Kajari Buton, Ardiansah melalui Kasi Intel, Tabrani.(ahi)

Data Korupsi Kajari Baubau 2016.
– Korupsi Anggaran TPI Wameo. Tersangka Kepala TPI Wameo, Yamin Chayadi dan Bendahara, Wa Ode Riski. Kerugian negara Rp 260 juta.
– Perkara Pungli Jembatan Batu, tersangka Mantan Kadishub Baubau Amiruddin.
– Korupsi anggaran belanja BPMD, tersangka mantan kepala BPMD, Sarfa. Kerugian negara Rp 600 juta.
– Korupsi pajak daerah, tersangka  bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, Abu Bakar. Kerugian negara Rp 800 juta.
Korupsi Kejari Buton 2016.
– Penyidikan kasus dana Bansos 2012 untuk pembangunan sekolah di SMKN 2 Lasalimu Selatan. Tersangka mantan bendahara, Syarifa. Kerugian negara Rp 280 juta.
– Dugaan korupsi Dana Desa dengan calon tersangka Kepala Desa Warinta, Ridwan. Kerugian negara Rp 130 juta.

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top