Mengapa Ada Pita Hitam di Lengan Boaz Dkk? – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Olahraga

Mengapa Ada Pita Hitam di Lengan Boaz Dkk?

Manahati Lestuseun (ketiga kanan), pemain tim nasional Indonesia melakukan selebrasi dengan sujud syukur setelah berhasil mencetak gol ke gawang tim nasional Vietnam pada babak semifinal Piala Suzuki 2016 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, kemarin (6/12). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

Manahati Lestuseun (ketiga kanan), pemain tim nasional Indonesia melakukan selebrasi dengan sujud syukur setelah berhasil mencetak gol ke gawang tim nasional Vietnam pada babak semifinal Piala Suzuki 2016 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, kemarin (6/12). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

JawaPos.com – Dukawarga Aceh akibat gempa kemarin turut dirasakan para pemain tim nasional (timnas). Tak hanya mengenakan pita hitam bertulisan “Pray for Aceh” di lengan, Boaz Solossa dkk juga mendedikasikan keberhasilan lolos ke final Piala AFF untuk para korban bencana di provinsi ujung Sumatera tersebut.

BACA JUGA :  Euforia Final Piala AFF 2016, Jersey Timnas pun Melambung Naik

“Seluruh perjuangan kami di dalam lapangan tadi dipersembahkan untuk masyarakat Aceh. Semoga duka mereka bisa sedikit terobati dengan keberhasilan ini,” kata Boaz.

Hal senada diungkapkan Manahati Lestusen, pemain yang sukses mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2 lewat titik penalti tadi malam. Menurut Lestusen, tekad dia untuk menyumbangkan kemenangan tersebut untuk masyarakat Aceh sudah ada di dalam dada sejak awal pertandingan.

BACA JUGA :  Perkiraan Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam

“Kami berharap, semoga mereka yang sedang berduka tetap diberikan kekuatan,” timpalnya.

Sayangnya sportivitas yang ditunjukkan kedua tim tak diikuti oleh fans tuan rumah. Rombongan Garuda –julukan timnas– pun harus menjadi korban kebrutalan mereka setelah pertandingan.

Bus yang mereka tumpangi tadi malam dilempari batu oleh suporter hingga mengalami pecah kaca. Akibatnya, dua ofisial timnas terluka akibat pecahan kaca.

BACA JUGA :  Kebobolon 2, Indonesia Kalah Agregat dari Thailand 2-3

Mereka adalah dokter timnas Syarif Alwi yang mengalami luka di jari tangan serta pelatih kiper Garuda Gatot Prasetyo yang terluka di bagian paha. “Ada sedikit darah di jari saya, tapi tidak apa-apa,” ujar Syarief. (*/ttg)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top