Gawat, Beredar Video yang Isinya Mencoba Adu Domba Polri dengan TNI – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Gawat, Beredar Video yang Isinya Mencoba Adu Domba Polri dengan TNI

BEBER BUKTI: M. Iriawan (tengah) menunjukkan barang bukti bersama Teddy Laksmana (kiri). HARITSAH ALMUDATSIR/ JAWA POS

BEBER BUKTI: M. Iriawan (tengah) menunjukkan barang bukti bersama Teddy Laksmana (kiri). HARITSAH ALMUDATSIR/ JAWA POS

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIEra keterbukaan medsos memang menimbulkan kerawanan. Misalnya, penyebaran video hoax yang bertujuan mengadu domba TNI dengan Polri. Kini aparat memburu pemilik akun yang mengunggah video berisi fitnah yang bisa membuat situasi chaos tersebut.

Kemarin Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan mengadakan jumpa pers bersama Pangdam Jaya Mayjen Teddy Laksmana. ”Ini sudah benar-benar tak bisa ditoleransi,” kata Iriawan.

Sebab, konten video itu berisi pergerakan massa TNI yang bakal menggeruduk Polri. ”Kami (kepolisian, Red) digeruduk karena telah membuat Kivlan Zein dan Adityawarman Thaha menjadi tersangka makar,” katanya kemarin di main hall Polda Metro Jaya.

Dalam video itu, tutur Iriawan, disebutkan bahwa petugas kepolisian melakukan penangkapan secara sepihak. Alhasil, sikap tersebut membuat massa TNI marah. Padahal, menurut dia, tidak ada massa TNI yang marah kepada polisi.

Dia juga menuturkan, penangkapan dua purnawirawan tersebut bukannya tanpa bukti. Semua memiliki bukti. ”Dalam penangkapan itu, kami bahkan ditemani Kodam Jaya,” tegas jenderal polisi bintang dua tersebut.

Sebelum penangkapan, polda dan kodam melakukan rapat. ”Kami berkoordinasi dengan matang. Tidak ada penangkapan secara sepihak,” ujar mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Rapat tersebut, kata Iriawan, membahas informasi intelijen, yakni adanya perbuatan makar yang menyeret nama Kivlan Zein dan Adityawarman. Jadi, lanjut dia, semua penangkapan telah dikoordinasikan dengan baik dengan Kodam Jaya. ”Kalau kata di video DragonTV, kami (kepolisian, Red) tidak berkoordinasi dengan Kodam Jaya,” ungkapnya.

Dalam konferensi pers kemarin, Iriawan juga sempat menunjukkan beberapa dokumentasi saat dirinya berkoordinasi dengan Kodam Jaya. ”Ini pure koordinasi dan ada buktinya,” tegasnya, lantas mengangkat tiga lembar cetak dokumentasi rapat.

Kemudian, dokumentasi penangkapan 10 tersangka makar juga diperlihatkan. Termasuk penangkapan Kivlan dan Adityawarman. ”Nah, ini buktinya kami (kepolisian, Red) melakukan penangkapan dengan pihak kodam,” imbuhnya.

Karena merasa difitnah akun DragonTV, polisi lewat tim cyber crime telah menelusuri. Dia mengaku kecewa kepada pengunggah video tersebut. Awalnya, kata pria kelahiran Kota Jakarta itu, akun tersebut diduga berada di Tiongkok. ”Eh, ternyata bukan. Kami masih cari terus siapa pemilik akun DragonTV,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada publik untuk tidak memercayai konten video tersebut. Mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat itu menegaskan, hubungan Polri dengan TNI tidak bermasalah. Semua baik-baik saja. ”Kami tidak bersitegang. Konten video yang mengatakan TNI marah kepada polisi tidak benar,” tegasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Panglima Komando Daerah Militer Jaya (Pangdam Jaya) Teddy Lhaksmana mengung­kapkan hal serupa. Dia menuturkan, hubungan TNI dan Polri tidak bermasalah. Dia menyatakan, penangkapan mantan dua anggota TNI tersebut sudah dikoordinasikn. ”Sudah dibicarakan berdua antara kodam dan kepolisian,” tuturnya. (sam/c5/ano)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top