Si Pembunuh itu Mengaku Khilaf, Menancapkan Pisau Dileher Istrinya – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Si Pembunuh itu Mengaku Khilaf, Menancapkan Pisau Dileher Istrinya

kendaripos.fajar.co.id TIRAWUTA- Motif dibalik pembunuhan yang dilakukan Karman alias Bio pada Hasniah (35), istrinya sendiri, masih diselidiki polisi. Pria berusia 44 tahun yang kini mendekam di ruang tahanan Polsek Ladongi tersebut pun mengaku tak tahu hingga tiba-tiba berperilaku sadis.

img_20161205_122441

“Saya tidak sengaja menghilangkan nyawa istriku, hanya karena khilaf saja. Saat dia pulang dari pasar, saya minta pisau untuk memotong sagu. Tapi kemudian pisau itu saya tancapkan ke lehernya. Setelah itu kemudian saya angkat di atas kasur lalu saya menindihnya hingga meninggal dunia,” ungkap Karman, Senin (5/12) saat ditemui.

Kanitreskrim Polsek Ladongi, Bripka Heriyanto juga membenarkan pengakuan tersangka. Pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan Karman pun tetap mengenal jelas semua anggota keluarganya. “Alasannya karena khilaf. Dia tiba-tiba saja ambil pisau yang dipegang istrinya dan langsung menikan ke leher korban,” kata Heriyanto, kemarin.

Sementara itu, G. Arumono, ipar korban menceritakan, Minggu (4/12) lalu, Hasniah baru saja pulang dari berjualan di Pasar Ladongi sekitar pukul 10.30 Wita. Wanita kelahiran 31 Desember 1981 itu kemudian mulai menyiapkan makan siang keluarga. Sambil memegang pisau, Hasniah membolak-balik ikan bakar. Sang suami lalu meminta benda tajam tersebut dengan alasan akan memotong sagu yang terbungkus dalam karung kecil. Setelah memberikan pisau itu, Karman langsung menancapkan ke leher istrinya.

“Saya menyaksikan langsung kejadian itu. Kami langsung ambil kayu untuk memukul Karman, tapi istrinya sudah meninggal. Saat itu saya sedang memperbaiki kediaman Karman yang mendapat bantuan program bedah rumah,” jelasnya. Pasca peristiwa tragis tersebut, dua anak korban yang masih berusia 9 dan 4 tahun langsung dibawa ke kampung halaman ibunya di Desa Uwete, Kecamatan Uesi, Kabupaten Kolaka Timur.

Karman dan Hasniah diketahui sudah menikah sejak 10 tahun lalu. Sebelumnya, tak pernah terlihat kedua pasangan suami istri itu terlibat pertengkaran. Namun beberapa waktu lalu Karman diketahui sempat meninggalkan rumah. Sejak saat itulah perangainya mulai berubah. Seperti diberitakan sebelumnya, Hasniah meregang nyawa setelah dilukai suaminya sendiri saat sedang memasak di dapur. Keduanya beralamat di Lingkungan V, Kelurahan Ladongi, Koltim. (b/kus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top