Identitas Jasad Wanita Terungkap, Pelaku Pembunuhan Dikejar – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Identitas Jasad Wanita Terungkap, Pelaku Pembunuhan Dikejar

Verawati. facebook.com

Verawati.
facebook.com

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI- Identitas jasad tanpa busana yang ditemukan pada tepi kali di jalan Benteng, Tinggololi, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia pada Senin (5/12) lalu akhirnya terungkap. Wanita itu bernama Verawati, berusia 19 tahun dan beralamat di Desa Tokai, Kecamatan Poli-polia, Kabupaten Kolaka Timur. Diketahui, korban baru dua minggu berada di Kota Kendari. Polisi sudah menyimpulkan jika Verawati meninggal akibat pembunuhan dan kini pelakunya dalam pengejaran. Dari pemeriksaan pihak Dokter Kepolisian (Dokpol) Polda Sultra Selasa (6/12), sebelum meregang nyawa, korban juga mengalami kekerasan seksual.

Dengan diketahuinya identitas korban, seluruh keluarga dan kerabat mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara, sejak pagi kemarin. Fajar (41) ayah korban, yang baru saja datang dari Kolaka Timur tak dapat menyembunyikan kesedihannya melihat jasad anaknya itu. Ia tak menyangka, Verawati yang meminta izin untuk mencari kerja di Kendari karena tidak mau menjadi beban orang tua itu harus meninggal dunia dengan cara sadis. “Dia anak yang sangat baik, menurut pada orang tua dan tak mau lihat kami sudah,” jelasnya.

Suami dari Nuriyanti itu menceritakan, tiga hari sebelum korban meninggal dunia, pada dinihari itu dia sempat dikagetkan dengan bayangan anak sulung dari enam bersaudara itu. Vera yang alumni SD Negeri 1 Tokai pamit pada kedua orang tuanya sejak Senin (21/11) lalu untuk bekerja di Kendari. Salah seorang sepupunya yang bekerja di tempat fotokopi Yama Surya mengajak korban untuk bersamanya.
Namun korban sebenarnya masih ragu untuk bekerja di Kendari. Itu terlihat dari akun facebook korban “Fhera Wati Fajar” yang mengupdate status pada tanggal 19 November lalu, “Bimbang antara pergi dan tidak”. Sementara itu, Marianti, bibi korban mengaku berkomunikasi terakhir pada hari Minggu sebelum korban ditemukan tewas. Vera menelepon agar segera dijemput di kos temannya di Jalan Torada untuk datang ke kediaman pamannya.

Namun saat itu paman korban tidak berada di tempat dan Marianti menyuruh sepupu Vera bernama Sul untuk menjemput. “Sul itu baru tinggal sama saya satu minggu, sampai sekarang Sul tidak bisa dihubungi karena nomornya sudah tidak aktif,” papar warga Jalan Mekar Jaya 1 itu. Cerita Irma (19) kerabat dekat korban yang juga ditemui di rumah sakit mengatakan, Vera datang di kamar kosnya pada pukul 7.00 Wita mengenakan kemeja putih dan jeans serta jilbab hitam. Alumni SMAN 1 Poli-polia itu kemudian pamit pulang jam 15.00 Wita karena sudah ada sepupunya bernama Sul yang akan menjemput. “Korban sempat ajak saya berfoto sama-sama. Dia bilang untuk kenang-kenangan. Dia bahkan berpesan pada saya agar jaga diri baik-baik,” kisah Irma sambil menyeka air matanya.

Kasubbid Dokpol Polda Sultra, Kompol Mauludin yang dikonfirmasi menjelaskan, sesuai persetujuan keluarga korban, jasad Vera diotopsi. Hasil dari pemeriksaan organ tersebut, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan disekujur tubuh korban. Selain itu hasil otopsi juga menunjukkan adanya tindakan kekerasan seksual pada jasad. “Hasil otopsi akan disinkronkan dengan hasil olah TKP di sebuah rumah, dimana korban dieksekusi. Di rumah tersebut ditemukan beberapa alat bukti yang sinkron dengan hasil otopsi seperti kabel listrik dan sebuah drum yang ada rambut korban,” paparnya.

Kapolres Kendari, AKBP Sigid Haryadi melalui Kasatreskrim, AKP Yunar HP Sirait yang juga dikonfrimasi terkait perkembangan penemuan mayat tersebut hanya menjelaskan, pelaku yang dicurigai kini sedang dalam pengejaran. Identitasnya sudah diketahui. Tujuh saksi telah diperiksa dan diharap mempermudah melakukan penyelidikan dalam pencarian pelaku. “Dalam waktu dekat pelaku akan kami ringkus. Masih dalam pengejaran,” janji Sirait. (kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top